Yogyakarta (19/6). Warga LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyembelih 656 ekor sapi dan 1.241 ekor kambing dalam pelaksanaan ibadah kurban Idul Adha 1447 Hijriah, pada Rabu (27/5). Penyembelihan dilakukan mulai dari tingkat PAC, PC, dan DPD LDII kabupaten dan kota di DIY.
Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, mengatakan ibadah kurban tidak hanya menjadi wujud ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat. “Selain meningkatkan ketakwaan, juga mengajak berbagi dan meningkatkan persaudaraan kepada sesama,” ujarnya.
Menurut Dody, pelaksanaan kurban tahun ini mengusung tema “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi” yang menekankan nilai keikhlasan dan kepedulian sosial, mulai dari puasa Arafah, salat Idul Adha, hingga proses penyembelihan dan distribusi daging kurban. “Kami bersama-sama menyembelih daging kurban, mengemasnya, lalu membagikannya kepada yang berhak menerimanya atau memintanya,” katanya.
Ia menambahkan, persiapan kurban telah dilakukan sejak jauh hari melalui sosialisasi dan pelatihan penyembelihan halal yang bekerja sama dengan Juru Sembelih Halal Indonesia (JULEHA) dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan sesuai syariat, higienis, dan ramah lingkungan.
DPP LDII juga mengimbau penggunaan kemasan ramah lingkungan, seperti plastik biodegradable dan besek, serta menjaga kebersihan area penyembelihan dan pengolahan. Selain itu, pelaksanaan kurban dinilai memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat dan pemenuhan gizi. “Kurban itu dampaknya luas mulai dari ekonomi hingga ketahanan pangan,” ujar Dody.
Sementara itu, Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, mengatakan pelaksanaan kurban tersebar hampir di seluruh masjid naungan LDII di wilayah DIY. Ia menyebut antusiasme warga tetap tinggi sebagai bentuk pengamalan nilai keislaman dan kepedulian sosial.
“Ibadah kurban bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sarana memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan antarwarga,” kata Atus.
Ia menambahkan, distribusi daging kurban dilakukan kepada masyarakat di sekitar masjid dan mushola tanpa membedakan penerima. Dengan demikian, manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat serta menjadi sarana memperkuat hubungan sosial sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di lingkungan sekitar.
Melalui pelaksanaan kurban yang tersebar di berbagai wilayah DIY, LDII berharap nilai-nilai keikhlasan, gotong royong, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, LDII DIY mengajak untuk meneladani ketakwaan, keikhlasan, dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui ibadah kurban, kami ingin mengajak masyarakat meningkatkan ketakwaan sekaligus memperkuat semangat berbagi kepada sesama,” pungkas Atus.














