Jambi (29/6). Persoalan sampah masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kota Jambi. Menyikapi hal tersebut, Sekretaris DPD LDII Kota Jambi, Wahyudi, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Ajakan tersebut disampaikan Wahyudi usai mengikuti Dialog Publik Pengelolaan Sampah di Kota Jambi yang berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan itu dihadiri unsur pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, komunitas lingkungan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam forum tersebut, peserta memperoleh pemaparan mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Selain itu, diperkenalkan pula program Bank Sampah Sutera Jambi (BSSJ) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga.
Wahyudi mengatakan generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam membangun budaya peduli lingkungan, “Generasi muda harus menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan. Semangat 29 karakter luhur warga LDII, seperti mujhid-muzhid, rukun, kompak, kerja sama, amanah, dan jujur, sangat relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti membiasakan memilah sampah dari rumah, menjaga kebersihan lingkungan, serta mendukung berbagai program pengelolaan sampah yang dijalankan pemerintah dan masyarakat.
“Semangat kebersamaan harus diwujudkan dalam aksi nyata. Jika masyarakat kompak dan memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan, persoalan sampah akan lebih mudah diatasi. Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, peserta juga diperlihatkan armada operasional Bank Sampah Sutera Jambi yang telah didukung teknologi digital. Melalui aplikasi yang tersedia, masyarakat dapat menyetor sampah yang telah dipilah sehingga proses pengelolaan menjadi lebih praktis dan terintegrasi.
Wahyudi menilai inovasi tersebut menjadi langkah positif dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat karena selain membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), program bank sampah juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Melalui momentum dialog publik tersebut, LDII Kota Jambi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam pengelolaan sampah.








