Batam (13/7). DPW LDII Kepulauan Riau menggelar kegiatan Ngaji Kebangsaan untuk memperkuat pembinaan, kepemimpinan, kebangsaan, dan karakter generasi muda. Pengajian yang dihadiri ratusan orang warga itu diadakan di Masjid Miftahul Huda, Bengkong, Batam, pada Jumat (26/6/2026).
Ketua DPW LDII Kepri, H. Rulifa Syahroel, menjelaskan bahwa kegiatan untuk memperkuat ketahanan moral di tengah perkembangan zaman. “Hal ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat karakter, kepedulian sosial, dan wawasan kebangsaan,” katanya.
Ketua Biro Pendidikan Agama dan Dakwah (PAD) DPW LDII Kepri, Ust. Afi Parnawi, menegaskan bahwa kepemimpinan dalam Islam merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Kepemimpinan bukan untuk dikejar karena ambisi pribadi. Jabatan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Islam mengajarkan agar setiap pemimpin menjauhi sikap mengejar jabatan demi kepentingan pribadi. Menurutnya, jabatan yang diperoleh karena ambisi dapat menjadi beban berat, sedangkan amanah yang diberikan karena kapasitas, kejujuran, dan integritas akan mendapatkan pertolongan Allah SWT dalam menjalankannya.
Mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Afi mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil. “Jika amanah itu diberikan karena kepercayaan dan kemampuan, maka Allah akan memberikan pertolongan. Namun jika jabatan dikejar karena ambisi, maka itu bisa menjadi beban yang berat,” jelasnya.
Afi juga menekankan pentingnya meneladani empat sifat Rasulullah SAW dalam menjalankan kepemimpinan, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Ia mengatakan, keempat sifat tersebut menjadi dasar bagi pengurus organisasi agar mampu bersikap jujur, dapat dipercaya, komunikatif, cerdas, dan bijaksana.
“Jabatan bukan sarana mencari kekuasaan atau kehormatan, tetapi kesempatan untuk melayani, menegakkan keadilan, dan memberi manfaat,” katanya. Ia berharap para pengurus LDII, Senkom Mitra Polri, dan Persinas ASAD dapat menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan amanah organisasi.
Sekretaris Pengprov Senkom Mitra Polri Kepri, H. Subandiyanto, menyampaikan bahwa Senkom juga berkomitmen menjalankan program kerja bersama melalui musyawarah dan koordinasi yang baik. Ia menilai, pembekalan seperti ini penting untuk memperkuat pemahaman anggota dalam bidang kepemimpinan dan kebangsaan.
“Kami berkomitmen mendukung program kerja bersama melalui koordinasi yang baik. Sinergi ini perlu terus dijaga agar setiap kegiatan organisasi dapat berjalan tertib, terarah, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Subandiyanto.
Sementara itu, Ketua Persinas ASAD Kepri, Dian Cahyo, menegaskan bahwa kepengurusan organisasi harus dijalankan secara amanah, profesional, dan akuntabel. Ia menyebut, nilai tersebut sejalan dengan prinsip Persinas ASAD, “Berjiwa Besar Jadi Pendekar, Berbudi Luhur Nasihat Leluhur.”
Menurut Dian, seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan sekaligus membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan religius. “Pemimpin tidak hanya mengatur, tetapi juga memberi contoh. Karena itu, setiap pengurus harus menjaga amanah dan membina generasi muda dengan nilai-nilai luhur,” ujarnya.
Menutup rangkaian acara, Dewan Penasihat LDII Kepri, H. Santoso, mengingatkan bahwa pemimpin sejati adalah pelayan umat. Menurutnya, kekuasaan harus dipandang sebagai amanah, bukan hak istimewa. “Seorang pemimpin harus berlaku adil, menjaga kepercayaan, transparan dalam mengambil keputusan, dan tidak menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi maupun golongan,” tegas Santoso. (TNH)














