Nabire (27/7). DPD LDII Kabupaten Nabire menggelar pengajian rutin khusus ibu-ibu di Masjid Al-Muttaqin, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Minggu (12/7/2026).
Wakil Ketua DPW LDII Papua Tengah, Gunawan Santoso, menyampaikan nasihat agama pada akhir kegiatan. Ia mengajak jamaah meningkatkan kualitas ibadah, menjaga akhlak, dan memperkuat kerukunan dalam keluarga maupun masyarakat. Pengajian tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman agama serta memperkuat keimanan dan ketakwaan jamaah. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan keluarga bagi warga LDII Nabire.
“Ibu memiliki peran penting dalam membangun keharmonisan rumah tangga. Maka para kaum Ibu harus memaksimalkan perannya dalam menjaga hubungan antara suami dan istri, anak dan orang tua,” terangnya.
Materi pertama disampaikan Ust. Rofik Andi Wijaya yang membahas tafsir Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 34. Ia menjelaskan, ayat tersebut menjadi pedoman dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan saling menghormati.
“Untuk menciptakan kerukunan dalam rumah tangga, harus terbangun komunikasi yang baik antara suami, istri, dan orang tua,” ujar Rofik.
Ia menjelaskan, seorang laki-laki maupun wanita yang sudah menikah, harus paham bahwa orang yang iya nikahi itu adalah jodohnya, maka sejak ijab kabul hingga mau memisahkan mereka wajib saling bantu merawat bahtera rumah tangganya,” tambahnya.
Sementara itu, materi tafsir hadits disampaikan oleh Ust. Hendik Efendi tentang Thaharah atau bersuci. Ia menjelaskan pentingnya menjaga kesucian lahir dan batin sebagai bagian dari syarat ibadah. “Menjaga diri dari najis sangat penting, tetapi kita juga tidak boleh berlebihan sehingga memberatkan diri sendiri,” tutur Hendik.
Menurutnya sifat najis hanya dua berdasarkan hadits Rasulullah, yaitu berbau dan berwarna yang mencirikan najis. “Agar salat kita sempurna, tidak membawa najis, maka cukup di ukur dari dua unsur, apakah pakaian atau tempat ibadah kita berbau dan atau berwarna najis, jika tidak maka jangan mudah menghukumi najis, selebihnya adalah kehati-hatian atau mutawarri,” jelasnya.
Melalui pengajian rutin tersebut, LDII Nabire berharap jamaah dapat mengamalkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat peran muslimah sebagai teladan di keluarga dan masyarakat.














