Jakarta (27/7). Warga LDII Tegal Alur bersama pengurus RT 07 menggelar sosialisasi pemilahan sampah di lingkungan Masjid Baitul Mu’minin, Tegal Alur, Jakarta Barat, pada Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk mengedukasi warga agar mulai memilah sampah secara mandiri dari rumah maupun lingkungan tempat ibadah. Sosialisasi ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait pengelolaan sampah.
Ketua PAC LDII Tegal Alur, H. Sularno, mengatakan pemilahan sampah perlu dibiasakan dari lingkungan terdekat. Menurutnya, rumah tangga dan tempat ibadah dapat menjadi titik awal membangun kesadaran warga.
“Kami ingin warga memahami ke mana harus membuang setiap jenis sampah. Pemilahan ini bukan hanya soal menaati aturan pemerintah, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian alam,” ujar Sularno.

Dalam sosialisasi tersebut, warga dikenalkan empat kategori sampah, yakni organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun atau B3, serta residu.
“Kami mengajak warga langsung mempraktikkan cara memilah sampah sebelum dibuang, sehingga kita semua dapat merasakan langsung dampak kecil yang muncul dengan memilah sampah,” jelasnya
Ketua RT 07, Bripka Sahrudin, menyambut baik kolaborasi warga dan pengurus LDII dalam kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi langsung penting untuk membantu warga mengubah kebiasaan secara bertahap. “Aparatur RT sangat mendukung penuh kegiatan ini. Perubahan kebiasaan memilah sampah memang butuh proses,” ujar Sahrudin.
Menurutnya, kegiatan di Masjid Baitul Mu’minin dapat menjadi langkah awal agar warga lebih siap mengikuti kebijakan pengelolaan sampah yang diterapkan pemerintah. “Sosialisasi langsung seperti ini menjadi langkah efektif agar warga tidak kaget saat aturan tegas dari pemerintah mulai berjalan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bendahara PAC LDII Tegal Alur, Hadi Suprapto, serta Dewan Penasihat PAC LDII Tegal Alur, H. Suharno dan H. Sutrisno. [ANR]














