Surabaya (27/7). Remaja Putri LDII Surabaya menggelar seminar kesehatan kewanitaan. Kegiatan yang diadakan di Masjid At-Taqwa, Sidosermo, Surabaya, pada Minggu (5/7/2026) itu bertujuan para remaja putri lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Kegiatan edukasi ini diikuti 150 remaja putri dari usia SMP hingga pranikah.
Ketua Panitia, Nikmatin Chasanah, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai kesehatan reproduksi sejak dini. Menurutnya, masih banyak remaja yang belum memahami perubahan siklus menstruasi maupun gangguan hormonal.
“Harapannya mereka lebih mengenal kondisi tubuhnya sendiri. Jika memahami tanda-tanda gangguan kesehatan reproduksi sejak remaja, mereka tidak akan ragu berkonsultasi kepada tenaga kesehatan sehingga penanganannya bisa lebih cepat. Remaja putri menjaga kebersihan diri, mengenali kondisi tubuh, dan lebih siap memasuki fase kehidupan berikutnya,” ujar Nikmatin.
Narasumber seminar, bidan Aisyah Berliana Salsabila, menjelaskan bahwa memahami pola menstruasi menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi kesehatan reproduksi. Dengan mengetahui siklus haid, remaja dapat lebih mudah menyadari perubahan yang tidak normal.
“Remaja putri perlu mengenali siklus menstruasinya sendiri. Jika ada perubahan yang tidak biasa, seperti haid tidak teratur atau nyeri berlebihan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan,” jelas Aisyah.
Ia juga memaparkan materi mengenai PCOS, gangguan hormonal yang dapat ditandai dengan siklus menstruasi tidak teratur, jerawat berlebih, tumbuh rambut pada area tertentu, dan rambut rontok.
“Resistensi insulin maupun stres yang mengganggu keseimbangan hormon bisa menjadi pemicu munculnya gejala gangguan hormonal,” tambahnya.
Aisyah mengimbau remaja putri tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan seperti nyeri haid berat, siklus menstruasi tidak teratur, keputihan tidak normal, atau perdarahan di luar jadwal haid.
“Sekarang masih marak budaya self claim atau self diagnose, hal ini terjadi karna mudahnya akses informasi di sosial media, maka untuk mengatasi ini akan lebih baik jika segala bentuk gangguan atau gejala pola menstruasi dibicarakan dengan dokter atau ahlinya,” tekannya.
Seminar tersebut membahas pentingnya memahami siklus menstruasi sebagai bagian dari deteksi dini kesehatan reproduksi. Peserta juga mendapat edukasi mengenai polycystic ovary syndrome (PCOS) dan cara menjaga kebersihan organ kewanitaan.














