Serang (30/7). LDII Banten menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 yang secara resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah. MTQ XXIII Provinsi Banten diselenggarakan di Kota Serang pada 6–9 Juli 2026, yang dihadiri oleh bupati dan wali kota se-Provinsi Banten, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Hadir pula Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, pimpinan LPTQ, para ulama, pimpinan pondok pesantren, dewan hakim, pimpinan ormas Islam.
Direktur Penerangan Agama Islam sekaligus Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchlis M. Hanafi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten, serta seluruh masyarakat yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ. Menurut Muchlis, penyelenggaraan MTQ di Banten memiliki makna yang istimewa.
Tradisi keilmuan tersebut terus hidup melalui berbagai lembaga pendidikan Islam dan mata rantai transmisi ilmu yang tetap terpelihara. Ia juga menyoroti kuatnya tradisi sanad Al-Quran di Banten. Salah satu tokoh yang disebut ialah Syekh Tubagus Ma’mun yang memiliki sanad Al-Quran bersambung hingga Rasulullah SAW. Tradisi sanad tersebut menjadi bukti terjaganya keaslian bacaan Al-Quran sekaligus memperkuat kesinambungan pewarisan ilmu dari generasi ke generasi.
“MTQ di Banten bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Quran. MTQ merupakan ikhtiar merawat warisan para ulama Banten, menjaga kesinambungan bacaan Al-Quran yang sahih, adab terhadap Al-Quran, serta tradisi keilmuan yang telah diwariskan selama berabad-abad,” ujarnya.
Muchlis menegaskan bahwa keberhasilan MTQ tidak berhenti pada penyerahan piala dan piagam penghargaan. “Prestasi melahirkan kebanggaan, tetapi sanad melahirkan keberlanjutan. MTQ melahirkan juara, sedangkan tradisi sanad melahirkan pewaris Al-Quran. Banten, alhamdulillah, memiliki keduanya,” katanya.
Ia juga mengangkat filosofi Tanah Jawara yang melekat pada masyarakat Banten. “Banten dikenal sebagai Tanah Jawara. Namun Al-Quran mengajarkan bahwa jawara sejati bukanlah yang mampu mengalahkan orang lain, melainkan yang mampu mengalahkan hawa nafsunya sendiri,” paparnya.
Menurutnya, para juara MTQ memiliki tanggung jawab yang lebih besar setelah perlombaan usai, yakni menjadi duta Al-Quran di tengah masyarakat dengan mengajarkan bacaannya, menyebarkan nilai-nilainya, serta menghadirkan akhlak Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchlis menegaskan bahwa MTQ tingkat provinsi merupakan bagian dari sistem pembinaan Al-Quran yang berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. LPTQ Nasional akan terus memperkuat sinergi dengan LPTQ Provinsi Banten agar para juara memperoleh pembinaan yang berkelanjutan menuju MTQ tingkat nasional bahkan internasional.
Ketua DPD LDII Kabupaten Serang, Kabid Bagaskara, menyampaikan harapannya agar MTQ menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia. “MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Quran, mempererat persaudaraan, serta membangun karakter generasi muda yang religius. LDII mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan umat dan pembangunan masyarakat yang rukun, religius, dan berdaya saing,” ujarnya.
Penutupan MTQ XXIII Provinsi Banten ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para juara seluruh cabang musabaqah serta penutupan resmi oleh Wakil Gubernur Banten. Melalui MTQ ini diharapkan semangat mencintai, mempelajari, mengamalkan, dan membumikan Al-Quran semakin tumbuh dalam kehidupan keluarga, masyarakat, serta pembangunan di Provinsi Banten.









