Pagar Alam (29/7). DPD LDII Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, melaksanakan pengukuran kembali arah kiblat dengan memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat, pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut menindaklanjuti imbauan Kementerian Agama agar masyarakat memanfaatkan fenomena Matahari tepat berada di atas Ka’bah untuk memastikan arah kiblat.
Wakil Ketua DPD LDII Kota Pagar Alam, Sony Nurkholis, mengatakan Rashdul Kiblat terjadi ketika Matahari berada tepat di atas Ka’bah. Pada 15–16 Juli 2026, fenomena tersebut dapat diamati sekitar pukul 16.27 WIB, sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus dapat digunakan sebagai acuan arah kiblat. “Kita harus memanfaatkan momentum ini, karena pada saat ini kita dapat memastikan arah kiblat yang benar,” ujar Sony.
Ia menjelaskan, pengukuran arah kiblat penting dilakukan di masjid, musala, maupun rumah warga. Sebab, rumah juga menjadi tempat umat Islam melaksanakan ibadah, terutama salat. “Momentum ini hendaknya juga dimanfaatkan di rumah-rumah, karena sebagai muslim, rumah juga menjadi tempat beribadah,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam di Indonesia mengikuti Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Menurutnya, menghadap kiblat merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat. “Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat kita. Karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” ujar Menag.
Melalui kegiatan tersebut, DPD LDII Kota Pagar Alam berharap masyarakat semakin peduli terhadap ketepatan arah kiblat. Upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar menyempurnakan ibadah sekaligus meningkatkan literasi umat mengenai ilmu falak.














