Manokwari (3/8). Ratusan ibu-ibu dan remaja putri LDII se-Tanah Papua mengikuti webinar yang diselenggarakan Departemen Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPP LDII dan Ponpes Wali Barokah, Kediri, pada Minggu (26/7/2026).
Narasumber pertama Ustz.Halimatus Sa’diyah banyak mengulas fikih thaharah kewanitaan, meliputi pembahasan haid dan istihadhah berdasarkan dalil Al-Qur’an dan hadis. “Wanita adalah mahluk istimewa yang memiliki sedikit perbedaan dari kaum laki-laki, dengan memahami dan menjaga kesucian, memudahkan keperluan ibdah utamanya salat,” jelasnya.

Narasumber kedua, Hj. Rizky Masyani menyampaikan materi mengenai etika muslimah dalam kehidupan bermasyarakat maupun di ruang digital. Ia mengingatkan pentingnya menjaga akhlakul karimah, tutur kata, serta bijak dalam menggunakan media sosial.
“Muslimah hendaknya menjadikan media sosial sebagai sarana menyebarkan kebaikan dan inspirasi. Hindari konten yang bersifat provokatif, membuka aurat, atau menimbulkan mudarat sehingga tidak menjadi dosa jariyah,” ujarnya.
Ia juga mengajak para peserta untuk selalu mengedepankan akhlak mulia dalam berinteraksi, baik secara langsung maupun melalui media digital.
Sementara itu, Yusuf Wibowo mengingatkan agar penggunaan media sosial tidak membuat seseorang lalai menjalankan kewajiban kepada Allah SWT.
“Jangan sampai terlalu larut menikmati hiburan di media sosial hingga melalaikan salat lima waktu. Kelola waktu dengan baik dan manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang membawa manfaat,” pesannya.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas, Kampung Udapi Hilir, Distrik Aimasi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, itu membahas etika muslimah dalam bermasyarakat dan bermedia sosial.
Koordinator kegiatan, Yusuf Wibowo, menjelaskan pengajian tersebut merupakan bagian dari program Departemen PKK DPP LDII yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti peserta dari berbagai wilayah di Tanah Papua.
Melalui webinar tersebut, Departemen PKK DPP LDII berharap para muslimah di Tanah Papua semakin memahami fikih kewanitaan, memiliki etika yang baik dalam bermedia sosial, serta mampu menjadi teladan dengan mengedepankan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.














