Jambi (12/8). Ratusan warga LDII Jambi mengikuti Safari Tabligh Akbar oleh ulama sekaligus guru Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Ust. Miftahul Huda, di Masjid Darussalam, Kota Jambi, pada Minggu (2/8/2026). Dalam tausiyahnya, ia mengajak peserta tabligh memahami kembali hakikat rumah tangga dan harta sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
Miftahul Huda mengatakan rumah tangga tidak hanya menjadi tempat memenuhi kebutuhan kehidupan dunia, tetapi juga menjadi sarana meraih rida Allah SWT. Karena itu, suami dan istri perlu menjaga keharmonisan serta menjalankan kewajiban masing-masing dengan baik.
“Rumah tangga jangan hanya dipandang sebagai urusan dunia. Kalau suami dan istri bisa saling memahami, menjaga hak dan kewajiban, serta bersama-sama meningkatkan ibadah, insyaallah rumah tangga itu menjadi jalan menuju surga,” ujarnya.
Menurutnya, keharmonisan keluarga perlu dibangun melalui sikap saling menghargai, komunikasi yang baik, dan kesediaan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Ia mengajak pasangan suami istri menjadikan rumah sebagai tempat tumbuhnya suasana religius bagi seluruh anggota keluarga.
“Jangan hanya menuntut pasangan untuk menjadi baik, tetapi masing-masing kita harus berusaha menjadi pribadi yang baik. Saling mengingatkan dalam salat, mengaji, berzikir, dan dalam kebaikan akan membuat keluarga semakin kuat,” katanya.
Ia juga membahas hakikat harta yang dimiliki manusia. Menurutnya, harta yang dibelanjakan untuk kepentingan diri sendiri pada akhirnya akan habis, sedangkan harta yang digunakan untuk infak dan sedekah menjadi bekal amal yang pahalanya diharapkan terus mengalir.
“Harta yang benar-benar menjadi milik kita bukan sekadar yang tersimpan di rumah atau di rekening. Harta yang kita infakkan dan sedekahkan di jalan Allah itulah yang menjadi bekal bagi kehidupan akhirat,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak menjadikan harta sebagai tujuan utama kehidupan. Menurutnya, kekayaan perlu dikelola dengan penuh tanggung jawab dan digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.
“Allah memberikan harta bukan untuk membuat kita lalai. Gunakan sebagian rezeki untuk keluarga, untuk kebutuhan yang baik, dan jangan lupa sisihkan untuk infak dan sedekah. Dengan begitu, harta menjadi sarana mendapatkan keberkahan,” jelasnya.
Ketua PC LDII Kecamatan Kota Baru, Anton Wirawan, menyampaikan rasa syukurnya nasehat yang diberikan Ust. Miftahul Huda. Menurutnya, substansi tausiyah relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
“Dengan pembekalan ini, semoga menjadi pengingat agar kita tidak hanya mengejar kehidupan dunia, tetapi juga memperhatikan keharmonisan keluarga dan bekal untuk akhirat,” ujar Anton.
Melalui pengajian tersebut, PC LDII Kota Baru berharap warga semakin memahami pentingnya membangun keluarga yang harmonis, mengelola harta secara bertanggung jawab, serta membiasakan infak dan sedekah sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.














