Bengkulu (12/8). Wali Kota Bengkulu Deddy Wahyudi mengajak tokoh lintas agama memperkuat peran dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, tokoh agama memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Para ulama dan tokoh keagamaan memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat agar menjauhi narkoba. Karena itu, mari kita bersama-sama memperkuat sinergi untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba,” ujarnya dalam acara Temu Tokoh Lintas Agama se-Kota Bengkulu yang digelar Pemerintah Kota Bengkulu, Bentiring, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 50 tokoh lintas agama itu dihadiri pula oleh Ketua DPRD Kota Bengkulu Hermanto, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bengkulu Yeni Puspita, serta Kepala BNN Kota Bengkulu Kombes Pol. Ali Imron sebagai narasumber.

Pada kesempatan itu Kombes Pol. Ali Imron, memaparkan jenis narkotika yang beredar serta dampaknya bagi masyarakat. “Sudah ada beberapa program pencegahan yang kami jalankan, seperti Kelurahan Bersinar, Saka Narkotika melalui Gerakan Pramuka, serta edukasi dan pemberdayaan masyarakat,” katanya
Ia juga mendorong penerapan lingkungan sekolah, pemerintah dan pelayanan publik wajib bebas dari penyalahgunaan narkoba. “Seperti halnya DPRD Bengkulu yang sudah berinisiasi untuk melakukan tes urine bagi ASN dan Anggota Dewan adalah salah satu upaya kongkrit mencegah penyalahgunaan Narkotika di sekitar kita,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LDII Kota Bengkulu, H. Mijo yang hadir sebagai peserta mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, BNN, dan tokoh agama penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat, terutama generasi muda.
“Kami siap mendukung program pemerintah dalam membangun masyarakat yang sehat, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Tokoh agama memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Menurut Mijo, pembinaan generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan agama, penguatan karakter, dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
“Semoga sinergi yang dibangun melalui forum lintas agama ini dapat menghasilkan upaya-upaya dalam mewujudkan masyarakat sehat bebas Narkoba,” tutupnya. (Ardhi)














