Manokwari (17/8). LDII Manokwari menggelar pengajian secara hybrid yang diikuti warga dari Masjid Al-Mubarok, Manokwari, Papua, pada Selasa (4/8/2026). Pengajian ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga pada transaksi yang sesuai dengan syariat, menjauhi riba, serta meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Turut hadir melalui daring warga LDII dari wilayah Wasior, Bintuni dan Manimeru.
Pengajian diawali dengan penyampaian Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 277–278 oleh Ust. H. Aldis Malman Bela, Ia menjelaskan pengertian riba dan bentuk-bentuk transaksi yang termasuk riba menurut syariat Islam.
“Riba berasal dari kata rabaa yang berarti tambahan atau kelebihan. Dalam istilah hukum Islam, riba adalah tambahan yang diharamkan dalam transaksi barang ribawi maupun utang piutang yang telah disyaratkan sebelumnya,” jelasnya.
Menurut Aldis, riba memiliki beberapa bentuk, antara lain riba fadhl berupa kelebihan dalam pertukaran barang ribawi sejenis, riba yad karena penundaan serah terima, riba qardh berupa tambahan yang disyaratkan dalam utang, dan riba nasi’ah berupa tambahan akibat penundaan pembayaran.
“Karena bentuk riba dapat ditemukan dalam berbagai transaksi, masyarakat perlu memahami ketentuannya agar lebih berhati-hati dan tidak terjebak dalam transaksi yang dilarang agama,” katanya.
Dalam tausiyahnya Sekretaris DPW LDII Papua Barat, H. Agus Irawan, menyampaikan agar selalu berupaya terhindar dari perbuatan dosa.
“Salat adalah tiang agama, namun salat berjamaah memiliki keutamaan yang besar dari pada sendiri. Karena itu, mari kita biasakan menjaga salat berjamaah di masjid, khususnya bagi yang tidak memiliki uzur,” ujarnya.
Agus juga mengingatkan agar terus meningkatkan amal ibadah di tengah berbagai tantangan zaman. Menurutnya, menjaga ibadah secara konsisten adalah cara terhindar dari perbuatan maksiat dan dosa.
“Kemudahan informasi di satu sisi memudahkan kita mengetahui banyak hal, belajar dan mengajipun bisa online. Namun godaan untuk mengakses konten maksiat pun juga sama mudahnya, ini harus disikapi serius dan sungguh-sungguh,” pesannya.














