Manokwari (17/8). Pengajian daring LDII Papua Barat yang dipusatkan di Masjid Al-Mubarok, Fanindi, Distrik Manokwari Barat, Jumat (7/8/2026), membahas pentingnya membentuk keluarga surga (baiti jannati). Pengajian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan tanggung jawab dalam membangun keluarga yang samawa, harmonis, saling menjaga, serta membimbing anggota keluarga agar selalu berada dalam tuntunan agama.
Mubaligh LDII Edi Susilo, dalam materinya mengutip Al-Qur’an Surat At-Tahrim ayat 6 yang berisi perintah kepada orang beriman untuk menjaga diri dan keluarganya dari siksa neraka. Menurutnya, ayat tersebut menegaskan tanggung jawab keluarga, terutama suami, dalam membimbing anggota keluarganya.
“Seorang suami memiliki tanggung jawab untuk menjaga keluarganya. Jangan hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga mengarahkan istri dan anak untuk berbuat baik serta menjauhi perbuatan yang dapat membawa kepada dosa,” ujarnya.
Edi menjelaskan, menjaga keluarga perlu diwujudkan melalui keteladanan, perhatian, serta pemenuhan hak dan kewajiban dalam rumah tangga. Ia mengingatkan suami agar memperlakukan istri dengan baik dan tidak membuka aib pasangan kepada orang lain.
“Suami harus berlaku baik kepada istrinya, memberikan makan sebagaimana ia makan dan memberikan pakaian sebagaimana ia berpakaian. Aib istri juga harus dijaga, karena menyebarkan keburukan pasangan bukan sikap yang dibenarkan dalam rumah tangga,” katanya.
Menurutnya, keharmonisan rumah tangga perlu dirawat sejak awal melalui sikap saling menghargai dan menjalankan kewajiban masing-masing. Keluarga yang dibangun dengan landasan agama diharapkan mampu menjadi lingkungan yang mendukung tumbuhnya anak-anak dengan akhlak yang baik.
“Jangan sampai setelah merasakan nikmatnya hidup berumah tangga, justru pasangan saling membuka keburukan. Seharusnya suami dan istri saling menjaga, saling menutupi kekurangan, dan bersama-sama membangun keluarga yang diridai Allah,” tuturnya.
Sementara itu, Dewan Penasihat LDII Papua Barat, Kuatman, menguatkan pesan tersebut. Ia mengajak peserta pengajian untuk selalu mensyukuri nikmat iman dan memanfaatkan kehidupan berkeluarga untuk saling menguatkan dalam menjalankan ajaran agama.
“Selalulah bersyukur dalam berbagai kondisi rumah tangga, jadikan keluarga sebagai sarana untuk saling menguatkan dalam keimanan dan bersama-sama menjaga diri dari ancaman siksa api neraka,” ujarnya.














