Merangin (16/8). Pengajian akbar lintas daerah yang mempertemukan warga LDII Merangin dan LDII Tebo digelar di Masjid Al-Mansurin, Jalan Manado RT 10, Desa Sri Sembilan, Kabupaten Merangin, Minggu (9/8/2026). Ratusan warga dari kedua kabupaten mengikuti pengajian yang terdiri dari 100 peserta laki-laki dan 80 peserta perempuan. Rangkaian kegiatan diisi kajian Al-Qur’an, Al-Hadis, serta pembekalan agama yang disampaikan oleh sejumlah pemateri.

Ust. H. Suparno memberikan tausiyah agama serta menekankan pentingnya mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. Menurutnya, pemahaman agama perlu diwujudkan melalui perilaku dan kebiasaan sehari-hari. “29 Karakter Luhur yang digagas oleh LDII, harus selalu kita amalkan dalam kehidupan. Jangan sampai hanya menjadi materi yang kita dengarkan, tetapi harus terlihat dalam perilaku kita, baik di dalam keluarga, lingkungan organisasi, maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembentukan karakter membutuhkan pembiasaan dan keteladanan secara berkelanjutan. Nilai seperti amanah, rukun, kompak, dan kepedulian kepada sesama perlu diterapkan dalam berbagai lingkungan kehidupan. “Karakter tidak terbentuk hanya dengan mengetahui teori keilmuannya. Namun perlu dibiasakan dan diteladankan seetiap hari, sehingga menjadi bagian dari perilaku kita dan memberikan manfaat bagi orang lain,” katanya.
Selain pembinaan keagamaan, pengajian juga menjadi ajang silaturahim antara warga LDII Kabupaten Merangin dan Kabupaten Tebo. Melalui pengajian tersebut, jamaah diharapkan semakin meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia serta mampu mengimplementasikan 29 Karakter Luhur dalam kehidupan sehari-hari. (Oet)















