Manokwari (30/8). Tiga warga LDII, Ridwan Budi Utomo, Ahmad Royan, dan Widia Nurohmah, mengikuti wisuda Universitas Papua (Unipa) di Manokwari, Rabu (12/8/2026). Wisuda tersebut menjadi bagian dari pengukuhan 641 lulusan dari jenjang Diploma, Sarjana, Magister, hingga Doktor.
Ketua LDII Papua Barat, H. Suroto, mengatakan capaian pendidikan perlu diikuti dengan penerapan ilmu dalam kehidupan dan kontribusi kepada masyarakat. “Selamat kepada Ridwan, Ahmad Royan, dan Widia atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Wisuda bukan akhir dari proses belajar, tetapi awal untuk mengamalkan ilmu dan memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.
Wisuda Unipa kali ini terdiri atas 55 lulusan Diploma, 529 Sarjana, 52 Magister, dan 5 Doktor dari 12 fakultas. Dengan tambahan tersebut, Unipa telah meluluskan 16.440 alumni yang tersebar di berbagai daerah.
Suroto mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian dari pembinaan generasi penerus LDII. Pendidikan formal diharapkan berjalan bersama dengan penguatan keagamaan, karakter, dan kemandirian.
“LDII terus mendorong generasi penerus agar alim, faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri. Kami juga berharap semakin banyak sarjana yang memiliki kemampuan untuk menjadi mubaligh dan semakin banyak mubaligh yang memiliki pendidikan akademik,” katanya.
Menurut Suroto, lulusan perguruan tinggi memiliki ruang untuk mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan. Ilmu yang diperoleh dapat digunakan untuk mendukung organisasi, masyarakat, dan pembangunan daerah.
“Ilmu yang diperoleh jangan berhenti pada pencapaian pribadi. Setelah menyelesaikan pendidikan, mari mengambil bagian dalam kegiatan organisasi, masyarakat, dan pembangunan agar ilmu yang dimiliki memberikan manfaat,” tuturnya.
Ketiga warga LDII tersebut menjadi bagian dari lulusan Unipa yang dikukuhkan pada wisuda kali ini. Capaian tersebut sekaligus menambah warga LDII Papua Barat yang menyelesaikan pendidikan tinggi.
Melalui capaian pendidikan tersebut, LDII Papua Barat mendorong warga untuk terus meningkatkan kapasitas akademik sekaligus menjaga pembinaan agama dan karakter sebagai bekal dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.














