Surabaya (1/9). Ketua LDII Jawa Timur, Moch Amrodji Konawi, mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8/2026). Ia hadir bersama Ketua Wanita LDII Jawa Timur Emie Santoso dan Ketua Pemuda LDII Jawa Timur Candra Setia Buana.
Upacara dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Rangkaian peringatan kemudian dilanjutkan dengan mengikuti secara virtual detik-detik Proklamasi dari Istana Merdeka, Jakarta.
Moch Amrodji Konawi mengatakan peringatan kemerdekaan perlu menjadi pengingat untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. “Indonesia adalah negara besar dengan tantangan dan ancaman dari berbagai pihak yang berpotensi merusak keutuhan negara tercinta. Oleh karenanya, marilah kita menjaga nilai persatuan dan kesatuan bangsa untuk tetap tegaknya NKRI,” ujarnya.

Menurut Amrodji, persatuan perlu berjalan bersama dengan toleransi antarsuku, antargolongan, dan antarumat beragama. Ia menilai kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan bersama seluruh komponen bangsa. “Harus kita pahami bersama bahwa kemerdekaan yang kita peroleh ini adalah hasil perjuangan kolektif dari semua komponen bangsa yang berbeda ras, suku, bahasa, dan agama,” katanya.
Ia juga menilai keberagaman yang terdapat di Jawa Timur menjadi bagian dari kekuatan bangsa. Dalam upacara tersebut turut hadir perwakilan masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk suku Jawa, Osing, Madura, Tengger, dan Samin.
Selain menjaga persatuan, Amrodji mendorong penguatan kapasitas generasi muda agar mampu menghadapi perubahan dan mengambil peran dalam pembangunan nasional.
“Marilah kita persiapkan generasi muda yang tangguh dan berkompetensi hebat guna menyongsong era Generasi Emas 2045,” tuturnya.
Upacara di Gedung Negara Grahadi turut dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Melalui momentum HUT ke-81 RI, LDII Jawa Timur mendorong warga untuk terus menjaga persatuan, toleransi, dan menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi bangsa.














