Tangerang (1/9). Arjoena Benzema Ferizqo, santri Pondok Pesantren Sumber Barokah, Karawang, mendapat kesempatan memperkuat Timnas Pelajar Garuda Muda Indonesia pada ajang Youth World Cup 2026 yang berlangsung 20–23 Agustus 2026 di Jakarta.
Arjoena merupakan putra Junaedi dan Ana, yang aktif sebagai pengurus LDII Kunciran. Remaja kelahiran Tangerang, 27 Februari 2010, tersebut mulai menekuni sepak bola sejak usia 10 tahun melalui pembinaan FORSGI Tangsel.
Benzema, sapaan Arjoena, mengatakan kesempatan tersebut menjadi bagian dari prosesnya untuk mengembangkan kemampuan sepak bola sekaligus membawa nama Indonesia dalam kompetisi internasional. “Bagi saya, ini adalah kesempatan besar dan pengalaman yang sangat berharga. Saya ingin membuktikan bahwa seorang santri juga bisa bersaing di tingkat internasional. Saya berharap ini menjadi langkah awal menuju Timnas Indonesia senior,” ujarnya.
Ia mengatakan proses pembinaan sepak bola dijalani bersamaan dengan pendidikan di pesantren dan sekolah. Sebelumnya, Benzema mengikuti sejumlah kompetisi usia muda, antara lain Forsekot, Piala Kini, dan LaLiga Youth.
Di bidang pendidikan, Benzema merupakan siswa SMK Budi Mulia Karawang. Ia turut membawa tim sekolah meraih prestasi pada ajang O2SN dan Piala Proton tingkat Kabupaten Karawang.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan agama dan olahraga dapat dijalankan secara bersamaan dengan pembagian waktu dan latihan yang teratur.
Perwakilan pembina Pondok Pesantren Sumber Barokah mengatakan capaian Benzema menjadi hasil dari proses pembinaan yang melibatkan keluarga, pesantren, sekolah, dan lingkungan olahraga.
“Selama ada tekad, disiplin, kerja keras, serta dukungan dari keluarga, pondok pesantren, dan sekolah, santri dapat mengembangkan prestasi di berbagai bidang, termasuk olahraga,” ujarnya.
Youth World Cup 2026 diikuti Timnas Pelajar Garuda Muda Indonesia dan digelar di Jakarta International Stadium (JIS) serta Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Keikutsertaan Benzema dalam ajang tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembinaan sepak bola yang telah dijalaninya sejak usia muda. Pengalaman tersebut juga menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan olahraga sekaligus tetap menjalankan pendidikan dan pembinaan keagamaan.














