Tanah Datar (9/9). Lebih dari 300 muballigh LDII Korda III Sumatera Barat bersama keluarga mengikuti Family Gathering. Kegiatan di Puncak Anai Resort, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, pada Minggu (6/9/2026) tersebut menjadi sarana mempererat silaturahim dan membangun kebersamaan antarpara pendakwah LDII itu.
Muballigh LDII, Riky Candra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para muballigh untuk kembali membangun komunikasi sekaligus memperkuat regenerasi pendakwah di LDII.
“Keilmuan perlu terus diturunkan dari generasi ke generasi. Menjadi ulama adalah amanah dan bagian dari warasatul anbiya. Karena itu, para muballigh perlu terus berdakwah dari generasi ke generasi, demi kemaslahatan ummat diamasa depan,” ujar Riky.
Ia menegaskan, regenerasi keilmuan juga perlu menjadi perhatian bersama. Bagi para muballigh yang merupakan alumni pondok pesantren, hendaknya juga mengupayakan agar anak turunnya ada yang dipondokkan juga guna meneruskan perjuangan dakwah orang tuanya.
“Di LDII kita memahami proses regenerasi primer ada tiga, pertama keilmuan, kedua kepemimpinan, dan yang terakhir kemandirian. Ini semua adalah modal untuk perjuangan dakwah di masyarakat,” ujarnya.
Selain para muballigh, peserta juga mengajak anggota keluarga masing-masing. Kegiatan tersebut diisi pembekalan wawasan keagamaan serta berbagai permainan untuk membangun kerukunan, kekompakan, dan kerja sama.
Wanhat LDII Sumbar, H. Masirin, mengatakan para penyampai agama memiliki peran penting dalam menyampaikan ilmu dan nilai-nilai agama. Karena itu, pembinaan perlu dimulai dari lingkungan keluarga sebelum disampaikan kepada masyarakat.
“Muballigh dan muballighat harus terlebih dahulu menjadi contoh dalam menghidupkan nilai-nilai Islam di lingkungan keluarga. Dari keluarga yang baik, ilmu dan nilai agama akan lebih mudah diterapkan dan disampaikan kepada jamaah,” pesan Masirin.
Ia juga mengingatkan agar para peserta terus meningkatkan keilmuan serta menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas dakwah.
“Teruslah meningkatkan ilmu, menjaga kerukunan, dan membangun kekompakan. Setiap ulama tidak hanya dituntut mampu menyampaikan ilmu, tetapi juga memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Melalui kegiatan tersebut, para muballigh diharapkan semakin kompak dalam menjaga silaturahim, meningkatkan keilmuan, dan menjalankan amanah dakwah kepada masyarakat. (Dede/Rohmat).














