Kediri (22/9). Ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah, Kota Kediri, mengikuti Salat Istisqa’ di halaman pesantren, Selasa pagi (22/9). Ibadah tersebut digelar sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan sekaligus mengajak seluruh warga pesantren melakukan introspeksi diri di tengah kemarau berkepanjangan.
Salat Istisqa’ diikuti pengasuh, pengurus, para ustaz, dan ribuan santri. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Pengasuh Ponpes Wali Barokah KH Sabela Rosyada mengajak para santri memperbanyak istighfar, memperkuat ketakwaan, dan meningkatkan amal ibadah.
Dalam khotbahnya, KH Sabela Rosyada mengungkapkan rasa syukur karena kebutuhan air bersih di lingkungan Ponpes Wali Barokah hingga kini masih tercukupi. Menurutnya, kondisi tersebut patut disyukuri sebagai bentuk rahmat dan pertolongan Allah SWT.
“Alhamdulillah, meskipun wilayah sekitar menghadapi kemarau dan hujan belum turun, pasokan air bersih di Ponpes Wali Barokah tetap tercukupi. Ini menjadi nikmat yang harus kita syukuri,” ujarnya.
Ia mengingatkan, kemarau panjang dapat menjadi momentum bagi umat untuk melakukan muhasabah. Selain melaksanakan Salat Istisqa’, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar dan bertaubat dengan sungguh-sungguh serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Mari kita memperbanyak istighfar, mengetuk pintu langit dengan taubat, serta meningkatkan ketakwaan dan amal ibadah. Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang penuh keberkahan dan manfaat bagi manusia, hewan, serta tumbuh-tumbuhan,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah H. Agung Riyanto mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa’ merupakan ikhtiar spiritual seluruh keluarga besar pesantren. Menurutnya, doa bersama tersebut tidak hanya ditujukan bagi lingkungan pondok, tetapi juga masyarakat Kota Kediri yang turut menghadapi dampak musim kemarau.
“Ini merupakan ikhtiar spiritual kami bersama para santri dan pengurus untuk memohon pertolongan Allah SWT. Kami berharap hujan yang turun nantinya membawa keberkahan, menyuburkan tanah, mencukupi kebutuhan air, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Kota Kediri,” kata H. Agung Riyanto.














