PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

Dari Sekupang, Ponpes Abdul Dhohir Menjaga Nyala Persatuan

in Berita Daerah, Berita Kegiatan
394
0
Dari Sekupang, Ponpes Abdul Dhohir Menjaga Nyala Persatuan
548
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dua dekade berdiri di Batam, Pondok Pesantren Abdul Dhohir telah melahirkan lebih dari 100 mubaligh dan mubaligah. Dari kawasan perbatasan Indonesia, pesantren ini membina generasi muda dengan ilmu agama sekaligus menanamkan semangat hidup bermasyarakat dan berbangsa.

Batam menjadi salah satu pintu Indonesia yang berhadapan langsung dengan dunia luar. Kota industri itu tumbuh bersama derasnya mobilitas manusia, informasi, dan budaya. Di tengah dinamika tersebut, sebuah pesantren di kawasan Patam Lestari, Sekupang, memilih jalan yang relatif sunyi: membina generasi muda melalui pendidikan agama.

Namanya Pondok Pesantren Abdul Dhohir.

Lebih dari dua dekade, pesantren binaan LDII Kepulauan Riau itu menjalankan pembinaan santri di Kota Batam. Dari ruang-ruang belajar sederhana, para santri mendalami Al-Qur’an dan Hadis, belajar beribadah, membangun kedisiplinan, serta mempersiapkan diri untuk mengabdi di tengah masyarakat.

Waktu kemudian mencatat perjalanan itu. Hingga kini, lebih dari 100 mubaligh-mubaligah telah menyelesaikan pembinaan di Ponpes Abdul Dhohir.

Mereka kemudian kembali ke tengah masyarakat dengan medan pengabdian yang berbeda-beda. Ada yang membina pengajian, mendampingi generasi muda, mengajarkan ilmu agama, hingga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungannya.

Bagi Ketua Ponpes Abdul Dhohir sekaligus Dewan Penasihat LDII Kepulauan Riau, Abdul Arif, keberadaan para alumni tersebut menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan pesantren.

Mubaligh, menurutnya, tidak cukup hanya mampu menyampaikan materi agama. Mereka juga perlu memiliki akhlak yang baik, mampu hidup berdampingan dengan masyarakat, serta memahami tanggung jawabnya sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Pesantren di Beranda Indonesia

Letak Batam memberikan warna tersendiri bagi proses pendidikan di Ponpes Abdul Dhohir.

Kepulauan Riau berada di kawasan yang berbatasan dengan sejumlah negara tetangga. Interaksi masyarakat dengan berbagai latar belakang budaya dan kehidupan sosial menjadi bagian keseharian.

Bagi pesantren, kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus ruang pembelajaran.

Santri tidak hanya dipersiapkan agar memiliki pemahaman agama, tetapi juga mampu membawa nilai agama dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Kerukunan, kemampuan berkomunikasi, kepedulian sosial, dan sikap menghargai orang lain menjadi bagian yang perlu tumbuh bersama dengan kemampuan memahami ilmu agama.

Di titik inilah perjalanan Ponpes Abdul Dhohir bertemu dengan semangat Sumpah Pemuda.

Pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai latar belakang menyatakan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia. Hampir satu abad kemudian, tantangan yang dihadapi generasi muda tentu berbeda.

Mereka tidak lagi menghadapi situasi yang sama dengan pemuda pada masa pergerakan nasional. Generasi hari ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi, keterbukaan informasi, perubahan pola pergaulan, hingga derasnya pengaruh budaya global.

Namun, kebutuhan untuk menjaga persatuan tetap sama.

Dari Santri Menjadi Mubaligh

Proses menjadi mubaligh tidak berlangsung dalam waktu singkat.

Santri harus mengikuti pembelajaran agama, membangun kebiasaan disiplin, serta belajar menyampaikan ilmu kepada orang lain. Mereka juga dituntut memahami bahwa berdakwah bukan sebatas berbicara di depan mimbar.

Ketika kembali ke masyarakat, kemampuan berinteraksi justru menjadi salah satu bekal terpenting.

Seorang mubaligh dapat berhadapan dengan anak-anak, remaja, orang tua, maupun masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Karena itu, ilmu agama perlu berjalan bersama kesabaran, keteladanan, dan kemampuan membaca keadaan.

Dari proses itulah Ponpes Abdul Dhohir secara bertahap melahirkan lebih dari 100 mubaligh dan mubaligah.

Angka tersebut bukan sekadar statistik kelulusan. Di belakangnya terdapat perjalanan para santri yang datang, belajar, dibina, kemudian kembali membawa ilmu ke lingkungan masing-masing.

Ada estafet pembinaan yang terus berjalan.

Santri hari ini belajar dari para pendahulunya. Kelak, sebagian dari mereka akan berdiri di hadapan generasi berikutnya untuk melakukan hal yang sama.

Menjaga Agama, Merawat Kebangsaan

Di lingkungan pesantren, pendidikan agama dan wawasan kebangsaan tidak harus berjalan pada dua jalur yang berlawanan.

Santri dapat mendalami Al-Qur’an dan Hadis sekaligus tumbuh menjadi warga negara yang memahami pentingnya menjaga persatuan.

Semangat tersebut sejalan dengan pembinaan LDII yang menempatkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai bagian dari wawasan kebangsaan.

Bagi Abdul Arif, generasi muda perlu memahami bahwa kehidupan beragama juga menuntut kemampuan hidup berdampingan, menjaga lingkungan, serta memberikan manfaat di tengah masyarakat.

Nilai itulah yang berusaha diterapkan dalam pembinaan santri.

Di ruang belajar, mereka mendalami agama. Di luar ruang belajar, mereka belajar berorganisasi, bekerja sama, menghormati sesama, dan mengambil tanggung jawab.

Dengan cara tersebut, nasionalisme tidak berhenti sebagai slogan. Ia hadir melalui kebiasaan menjaga kerukunan dan mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat.

Nyala dari Sekupang

Dua puluh tahun lebih tentu belum menjadi akhir perjalanan.

Perubahan zaman justru membuat tantangan pendidikan generasi muda semakin kompleks. Pesantren harus mampu mempertahankan tradisi pembelajaran agama sembari memahami perkembangan masyarakat tempat para santrinya kelak mengabdi.

Ponpes Abdul Dhohir berada di tengah tantangan tersebut.

Dari Sekupang, pembinaan terus berjalan. Santri datang dan pergi. Sebagian kemudian menjadi mubaligh dan mubaligah. Mereka tersebar membawa ilmu yang diperoleh selama berada di pesantren.

Menjelang hampir satu abad Sumpah Pemuda, perjalanan itu menghadirkan satu refleksi sederhana: persatuan bangsa tidak hanya dijaga melalui pidato dan seremoni.

Ia juga dirawat dari ruang-ruang kecil tempat generasi muda belajar memahami siapa dirinya, agamanya, masyarakatnya, dan negaranya.

Dari sebuah pesantren di Batam, estafet itu terus berlangsung.

Dari Sekupang, nyala itu tetap dijaga.

Related Posts

Wanhat LDII Jambi Safari Dakwah ke Ponpes Tawakkal Sebapo
Berita Daerah

Wanhat LDII Jambi Safari Dakwah ke Ponpes Tawakkal Sebapo

by Riska
October 7, 2026
0

Muaro Jambi (7/10). Ketua Dewan Penasihat DPW LDII Provinsi Jambi, Nur Hamid Hadi, melakukan safari dakwah ke Pondok Pesantren Tawakkal Sebapo, Kabupaten...

Read more
Warga LDII Sindang Kelingi Gotong Royong Bangun Pagar Masjid
Berita Daerah

Warga LDII Sindang Kelingi Gotong Royong Bangun Pagar Masjid

by Riska
October 7, 2026
0

Rejang Lebong (7/10). Warga LDII bersama pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, dan relawan bergotong royong membangun pagar Masjid Almansyurin di Dusun 1, Desa...

Read more
Pengajian Muda-Mudi LDII Pekan Sabtu Tekankan Pembinaan Karakter
Berita Daerah

Pengajian Muda-Mudi LDII Pekan Sabtu Tekankan Pembinaan Karakter

by Riska
October 7, 2026
0

Bengkulu (7/10). PAC LDII Pekan Sabtu rutin menggelar pengajian muda-mudi setiap Jumat selepas Salat Magrib hingga Isya di Masjid Nur-Rohman, RT 14...

Read more
LDII Sindang Kelingi Gelar Keakraban Anak, Perkuat Interaksi dan Kepedulian
Berita Daerah

LDII Sindang Kelingi Gelar Keakraban Anak, Perkuat Interaksi dan Kepedulian

by Riska
October 7, 2026
0

Rejang Lembong (7/10). PC LDII Sindang Kelingi menggelar kegiatan keakraban anak-anak di lingkungan PC LDII Sindang Kelingi, Bengkulu, pada Sabtu (26/9/2026). Kegiatan...

Read more
Family Gathering LDII Talang Bukit Perkuat Keharmonisan Keluarga
Berita Daerah

Family Gathering LDII Talang Bukit Perkuat Keharmonisan Keluarga

by Riska
October 7, 2026
0

Muaro Jambi (7/10). PAC LDII Desa Talang Bukit, Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi, menggelar family gathering sekaligus pengajian keluarga bahagia. Kegiatan...

Read more
Siswi SMA Aziziah Palembang Ikuti Pengajian Thaharah dan Birrul Walidain
Berita Daerah

Siswi SMA Aziziah Palembang Ikuti Pengajian Thaharah dan Birrul Walidain

by Riska
October 7, 2026
0

Palembang (7/10). Siswi SMA Aziziah Palembang mengikuti pengajian mengenai thaharah dan birrul walidain di Masjid Al-Fatah, Kenten, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis...

Read more

Trending

Dari Sekupang, Ponpes Abdul Dhohir Menjaga Nyala Persatuan
Berita Daerah

Dari Sekupang, Ponpes Abdul Dhohir Menjaga Nyala Persatuan

34 seconds ago
Wanhat LDII Jambi Safari Dakwah ke Ponpes Tawakkal Sebapo
Berita Daerah

Wanhat LDII Jambi Safari Dakwah ke Ponpes Tawakkal Sebapo

3 minutes ago
Warga LDII Sindang Kelingi Gotong Royong Bangun Pagar Masjid
Berita Daerah

Warga LDII Sindang Kelingi Gotong Royong Bangun Pagar Masjid

15 minutes ago
Pengajian Muda-Mudi LDII Pekan Sabtu Tekankan Pembinaan Karakter
Berita Daerah

Pengajian Muda-Mudi LDII Pekan Sabtu Tekankan Pembinaan Karakter

23 minutes ago
LDII Sindang Kelingi Gelar Keakraban Anak, Perkuat Interaksi dan Kepedulian
Berita Daerah

LDII Sindang Kelingi Gelar Keakraban Anak, Perkuat Interaksi dan Kepedulian

26 minutes ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

Dari Sekupang, Ponpes Abdul Dhohir Menjaga Nyala Persatuan

Dari Sekupang, Ponpes Abdul Dhohir Menjaga Nyala Persatuan

October 7, 2026
Wanhat LDII Jambi Safari Dakwah ke Ponpes Tawakkal Sebapo

Wanhat LDII Jambi Safari Dakwah ke Ponpes Tawakkal Sebapo

October 7, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In