Serang (22/10). Departemen Penanggulangan Bencana dan Search and Rescue Pengurus Pusat (PB SAR PP) Senkom Mitra Polri bersama Pengurus Provinsi (Pengprov) Senkom Mitra Polri Banten menggelar kegiatan edukasi dan simulasi mitigasi bencana. Kegiatan tersebut menyasar pondok pesantren binaan LDII di berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Banten.
Program tahunan yang diselenggarakan pada pertengahan Oktober 2026 tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Senkom Mitra Polri dan LDII. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para santri dengan pengetahuan dasar dan keahlian praktis dalam mengenali sekaligus merespons berbagai potensi ancaman bahaya di lingkungan pesantren.
Dalam pelaksanaannya, materi edukasi tidak hanya mencakup kesiapsiagaan menghadapi bencana alam seperti gempa bumi, tetapi juga bencana nonalam. Para santri dilatih memitigasi risiko kebakaran akibat kelalaian penggunaan api di dapur umum serta penanganan potensi korsleting listrik di area asrama dan ruang belajar. Selain itu, tim penyuluh memberikan pembekalan mengenai pencegahan gesekan sosial antarsantri maupun dengan warga sekitar untuk menjaga kondusivitas lingkungan.
Deputi PB SAR PP Senkom Mitra Polri, Sandi Setia Miharja menjelaskan bahwa edukasi tersebut menjadi langkah krusial dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini di lingkungan pendidikan agama.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada saat pelatihan saja, melainkan terus disimulasikan secara mandiri minimal per enam bulan sekali dan ditularkan secara berkelanjutan kepada santri-santri berikutnya,” ungkap Sandi.
Ia menambahkan, pembekalan ini akan menjadi aset penting ketika para santri telah menyelesaikan masa belajarnya. “Harapan besar kami, ketika para santri ini lulus dan terjun ke tengah masyarakat, pengetahuan serta keterampilan penanggulangan bencana yang telah dipelajari dapat terus diterapkan dan disebarluaskan di wilayah tempat mereka bertugas kelak,” tutur Sandi.
Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Banten Yunando Prasetyanto terkait keberlanjutan program edukasi kesiapsiagaan di wilayah Banten. “Sinergi antara PB SAR PP, Pengprov Senkom Banten, dan pesantren binaan LDII ini merupakan langkah untuk menciptakan lingkungan pendidikan agama yang aman dan tangguh bencana. Kami siap terus mendampingi dan memfasilitasi pelatihan kesiapsiagaan di tingkat daerah,” ujar Yunando.
Melalui kolaborasi mitigasi tersebut, para santri diharapkan tidak hanya mumpuni dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan ketangguhan dalam menghadapi kondisi darurat. Bekal keterampilan hidup ini menjadi nilai tambah yang berharga bagi santri saat mengabdi, sehingga kehadiran mereka senantiasa membawa manfaat dan rasa aman bagi masyarakat luas. Seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi dan simulasi bencana di pesantren berlangsung dengan tertib, lancar, dan aman.















