Banten (23/10). Pengurus Provinsi (Pengprov) Senkom Mitra Polri Banten mendukung perhelatan nasional Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2026. Selain menerjunkan personel pengamanan, Senkom Mitra Polri Banten dipercaya bertugas sebagai Liaison Officer (LO) pendamping kontingen Provinsi Sumatera Selatan.
Puncak perhelatan tersebut diisi dengan kegiatan Mitigasi Vegetasi dan Kunjungan Lapangan Pengurangan Risiko Bencana di kawasan cagar budaya Banten Lama pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Asisten Daerah II Pemprov Banten, Budi Santoso serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin.
Budi memberikan apresiasi atas kesiapan dan keterlibatan jajaran Senkom Mitra Polri Banten, baik dalam pelayanan pendampingan kontingen tamu antarprovinsi maupun partisipasi dalam pemeliharaan lingkungan di lokasi bersejarah.
Sejalan dengan hal tersebut, Lutfi menyambut positif penanaman vegetasi pencegah erosi dan penataan kawasan Banten Lama sebagai bentuk mitigasi berbasis alam yang terintegrasi dengan edukasi kebencanaan.
Sementara itu, Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Banten, Yunando Prasetyanto menjelaskan bahwa partisipasi jajarannya merupakan wujud komitmen organisasi dalam mendukung kesuksesan agenda nasional PRB 2026.
“Sebagai tuan rumah sekaligus pendamping Kontingen Sumatera Selatan selama Bulan PRB 2026, Senkom Banten berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Tugas ini disempurnakan dengan aksi mitigasi vegetasi di Banten Lama sebagai upaya membangun resiliensi bencana secara kolaboratif,” ungkap Yunando.
Melalui pendampingan dan aksi penanaman vegetasi tersebut, para peserta diajak meninjau area potensi kerawanan bencana sekaligus mempraktikkan metode penghijauan guna meminimalkan risiko banjir dan erosi di kawasan cagar budaya.
Sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, BPBD, Senkom Mitra Polri, serta kontingen dari berbagai provinsi diharapkan dapat menjadi pendorong peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.















