Klaten (25/10). Pengurus DPD LDII Kabupaten Klaten menghadiri pelaksanaan Shalat Istisqa di Pondok Pesantren Sahid Al Maarif, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ibadah tersebut digelar sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan di tengah dampak kemarau panjang.
Pelaksanaan ibadah diikuti oleh santri, siswa dan guru SMPIT Limasan Maarif, serta warga sekitar dengan imam dan khatib Aziz Rusdiyanto. Turut hadir Pimpinan Ponpes Sahid Al Maarif Muhammad Aziz, Ketua PC LDII Kecamatan Trucuk Shodik Simah, serta Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Klaten Slamet Widodo.
Slamet Widodo menyampaikan bahwa ibadah doa bersama ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah fenomena cuaca ekstrem.
“Shalat Istisqa tidak hanya menjadi sarana doa bersama memohon keberkahan hujan, tetapi juga momentum mempererat gotong royong antara pondok pesantren, lembaga pendidikan, ormas, dan masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau,” ujar Slamet.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran lahan akibat cuaca kering yang berkepanjangan.
“Masyarakat perlu menggunakan air secara bijak, menjaga sumber-sumber air, serta menghindari aktivitas pembakaran sampah maupun lahan secara terbuka yang dapat memicu kebakaran,” kata Slamet.
Berdasarkan data BMKG periode 16–22 Oktober 2026, fenomena El Niño berintensitas kuat bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif masih berlangsung. Kondisi ini memicu pengurangan pembentukan awan hujan serta menyebabkan musim kemarau di wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Klaten, berlangsung lebih kering dan panjang.
Melalui kegiatan ini, jajaran pengurus LDII bersama tokoh agama dan warga setempat memanjatkan doa agar hujan yang membawa kemaslahatan segera turun guna menjaga keselamatan serta kesejahteraan masyarakat di wilayah Klaten.














