Magelang (25/10). Jajaran pengurus DPP LDII melaksanakan kunjungan silaturahim ke Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Sabilul Muttaqin Kota Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan yang diisi dengan sesi diskusi interaktif tersebut bertujuan untuk memotivasi para santri mahasiswa dalam mengembangkan kapasitas diri dan menyelaraskan pendidikan tinggi dengan ilmu keagamaan.
Kegiatan silaturahim yang dilaksanakan pada Selasa (13/10/2026) tersebut menghadirkan pengurus DPP LDII, Apriyanto yang menyampaikan materi pembekalan bertema “Seni Mengenali dan Menghadapi Blind Spot di Dalam Kepala Kita Sendiri”. Ia menekankan pentingnya kesadaran diri (self–awareness) serta keterbukaan terhadap evaluasi sebagai dasar pengembangan kualitas pribadi.
“Kita perlu menyadari bahwa ada hal-hal yang belum kita ketahui tentang diri sendiri. Karena itu, penting untuk terus belajar, terbuka terhadap masukan, dan tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti mencoba,” ungkap Apriyanto.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan kualitas diri generasi muda perlu ditopang oleh tiga pilar utama, yakni keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan sikap (attitude) yang berjalan beriringan.
Sementara itu, Ketua DPP LDII Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah, Dwi Pramono menyampaikan harapannya agar para mahasiswa dapat menyeimbangkan antara capaian akademik perguruan tinggi dan pemahaman keagamaan secara utuh.
“Harapannya, generasi sekarang, khususnya para santri PPM, nantinya bisa menjadi sarjana yang mubalig dan mubalig yang sarjana. Dengan bekal ilmu akademik dan agama yang seimbang, mereka diharapkan mampu menjadi penerus organisasi serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” tutur Dwi.
Melalui pembekalan tersebut, para santri mahasiswa diajak untuk membangun pola pikir positif, kedisiplinan, dan konsistensi dalam menuntut ilmu.














