Pemalang (6/11). PC LDII Kecamatan Taman menghadiri kegiatan wungon dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Hal ini merupakan upaya merawat kerukunan umat beragama serta memperkokoh wawasan kebangsaan di wilayah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Kegiatan silaturahim lintas elemen yang diselenggarakan pada Rabu (21/10/2026) tersebut bertempat di Gedung Aswaja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Taman. Acara ini melibatkan unsur pemerintah kecamatan, tokoh agama, pimpinan ormas Islam, serta tokoh masyarakat setempat.
Camat Taman, Dedy Sarwoaji menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat dan ormas Islam. Ia menekankan bahwa kebersamaan lintas sektoral merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah Kecamatan Taman.
“Sinergi antara pemerintah, ulama, dan ormas adalah fondasi utama dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan kedamaian di tengah masyarakat,” ungkap Dedy.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MUI Kecamatan Taman, Busrol Karim menyoroti pentingnya penanaman nilai spiritual dalam memperkokoh ketahanan moral bangsa serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dan wathaniyah.
“Peringatan Hari Santri adalah momentum refleksi bersama bahwa nilai kebangsaan dan keagamaan berjalan seiring. Kebersamaan yang terjalin malam ini membuktikan bahwa kerukunan umat di Kecamatan Taman senantiasa terjaga dengan baik,” tutur Busrol.
Sementara itu, Ketua MWC NU Kecamatan Taman, H. Ahmad Syafi’i menyambut baik kehadiran jajaran PC LDII yang turut serta memeriahkan peringatan HSN 2026. Solidaritas antarormas Islam dinilai sebagai pilar penting untuk memberikan kemaslahatan yang seluas-luasnya bagi umat dan kemajuan daerah.
Menanggapi momentum tersebut, Ketua PC LDII Kecamatan Taman, Suraji menegaskan bahwa peran santri dalam lintasan sejarah perjalanan bangsa memiliki andil besar yang patut terus dilestarikan.
“Santri merupakan elemen penting dalam rangka mewujudkan generasi penerus bangsa yang memiliki akhlakul karimah dan karakter luhur bangsa,” tegas Suraji.
Melalui kegiatan doa bersama dan silaturahim ini, nilai-nilai perjuangan santri diharapkan dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Sinergi lintas ormas dan pemerintah daerah diharapkan senantiasa terjaga demi mewujudkan lingkungan masyarakat yang harmonis, aman, dan berkemajuan.














