PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

LDII Kecam Pembakaran Kitab Suci Karena Bisa Memicu Kehancuran Peradaban Modern

in Berita Daerah, Berita Kegiatan, Berita Nasional, Digital, Headlines, Kegiatan, Lintas Daerah, Liputan Khusus, Nasional
433
0
LDII Kecam Pembakaran Kitab Suci Karena Bisa Memicu Kehancuran Peradaban Modern
614
SHARES
2.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jakarta (25/1). Pembakaran Alquran di Swedia dan Belanda memicu reaksi keras dari dunia Islam. Para tokoh ormas Islam mengkritik keras perihal kebebasan berekspresi yang kebablasan itu, dan mengingatkan aksi tersebut sebagai kebebasan yang tidak menghargai orang lain dan memicu Islamofobia.

“Kami bersama ormas-ormas Islam lainnya mengutuk aksi itu. Demokrasi memang ditandai dengan kebebasan berekspresi, tapi ada batasan yang disepakati tidak boleh dilanggar, yakni Hak Asasi Manusia (HAM). Kebebasan beragama merupakan hak paling hakiki dan prinsipil,” tutur Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso.

KH Chriswanto menegaskan, bahkan Islam mengajarkan larangan menghina Tuhan agama lain. Pesan tersebut, menurutnya terdapat dalam surah Al-An’am ayat 108. “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan,” kutipnya.

Ia pun menjelaskan, sikap warga Turki yang membakar bendera Swedia merupakan langkah balasan yang terukur. Mereka tidak ingin penghinaan terhadap Islam dibalas dengan membakar kitab suci umat lain, “Umat Islam di Indonesia harus bijak menyikapinya dengan tidak membalas membakar kitab suci umat lain atau merusak rumah ibadah agama lain,” tuturnya. Tidak ada yang lebih parah dan menyedihkan adalah perang atas nama agama, padahal itu hanya urusan politik.

Ia meminta pemerintah mencekal Rasmus Paludan masuk ke Indonesia. Baginya, tidak layak bagi penista agama dan propagandis Islamofobia itu masuk ke Indonesia. Dengan kondisi Indonesia yang plural, tidak ada tempat bagi orang-orang yang tidak toleran. Ia menambahkan, Rasmus bisa memicu Islamofobia yang cenderung rasis, karena ketakutan yang berlebihan tanpa dasar terdapap Islam dan umat manusia yang meyakini agama itu.

KH Chriswanto sepakat dengan pernyataan Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) KH. Said Aqil Siradj, bahwa aksi pembakaran kitab suci Alquran adalah tindakan penistaan terhadap agama yang melukai hati umat Islam di seluruh dunia. Sekaligus menodai toleransi umat beragama, serta mencederai perdamaian dunia, “Kami prihatin, agar kasus pembakaran Alquran ini tidak menambah panjang krisis yang sedang melanda dunia. Kami tidak bisa menerima alasan demokrasi atau kebebasan berekspresi. Itu adalah wujud kebebasan berekspresi yang ugal-ugalan dan tidak menghormati hak asasi manusia,” tegas KH Chriswanto.

Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro sekaligus Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono mengatakan pembakaran kitab suci Alquran yang didalangi oleh salah satu pimpinan politik di Swedia merupakan fenomena yang sangat memprihatinkan di era keterbukaan, globalisasi, dan era kemajuan teknologi komunikasi, “Kejadian semacam ini merupakan suatu langkah mundur perkembangan masyarakat yang semakin modern dan terbuka,” ujarnya.

Singgih menegaskan, aksi tersebut bila dilakukan pada abad 20 atau abad-abad sebelumnya, masih bisa dipahami. Ketika itu orang masih menonjolkan semangat sektarian dan nasionalisme yang berlebihan, “Tapi pada saat ini ketika kita hidup pada abad ke-21 tindakan seperti itu seharusnya tidak ada lagi,” tambahnya.

Menurutnya pascarevolusi industri 4.0 dan memasuki masyarakat 5.0 salah satu sikap yang diperlukan adalah adanya sikap toleransi, saling menghargai, sikap kebhinnekaan, sikap saling menerima perbedaan antara satu dengan yang lain. Baik dalam hal agama dan kepercayaan suku, ras, budaya ataupun antar golongan.

“Jika terjadi pembakaran kitab suci baik Alquran, Injil dan kitab suci lainnya, itu berarti masih memanfaatkan sentimen keagamaan untuk membangun kebencian dan membangun antipati kepada kelompok yang lain,” ungkapnya.

Fenomena di Eropa itu, kata Singgih sangat membahayakan proses konstruksi masyarakat 5.0 atau masyarakat pascarevolusi di era industri 4.0, “Saya kira di era saat ini jangan sampai masalah-masalah kepercayaan atau agama dan identitas itu dijadikan sebagai alat untuk membangkitkan kebencian, sehingga memicu konflik kekerasan sosial yang terjadi di tengah masyarakat,” papar Singgih.

Ia juga mengingatkan, pembakaran kitab suci yang terjadi pada era keterbukaan informasi, dapat memicu konflik dan kekerasan. Bahkan, bisa berimbas pada pembunuhan secara masal yang sangat berbahaya bagi kemanusiaan dan peradaban manusia, “Agama seharusnya lebih diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari baik secara pribadi maupun secara universal,” tegasnya.

Singgih memaparkan solusi agar kejadian itu tidak berulang. Ia mengingatkan agar para pemeluk agama bersikap dan berperilaku yang baik, agar bisa memberikan manfaat kepada orang lain. “Sehingga dalam konteks itu, agama tidak mudah untuk dijadikan sebagai kampanye politik yang membangkitkan kebencian kelompok yang berbeda,” urainya.

Selain itu, tambah Singgih, jangan sampai kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi digunakan untuk memancing kemarahan atau reaksi dari kelompok lain yang bersifat destruktif. Kebebasan berekspresi harus bisa dipertanggungjawabkan dan juga bisa dijiwai oleh semangat tepo sliro atau mawas diri, “Jika kita tidak mau dicubit maka jangan sekali-kali mencubit orang lain. Jika kita tidak mau disakiti, jangan menyakiti orang lain. Kita harus punya perasaan empati,” pungkasnya.

Related Posts

FLO Audiensi dengan DPRD untuk Perkuat Nilai Strategis Ormas
Lintas Daerah

FLO Audiensi dengan DPRD untuk Perkuat Nilai Strategis Ormas

by admin
January 19, 2026
0

Jakarta (19/1). Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Khoirudin, menerima audiensi dari delegasi Forum Lintas Ormas (FLO) Provinsi DKI Jakarta...

Read more
LDII Kalbar dan STAI Mempawah Kerja Sama Wujudkan Kampus Hijau dan Pelopor Peduli Lingkungan
Lintas Daerah

LDII Kalbar dan STAI Mempawah Kerja Sama Wujudkan Kampus Hijau dan Pelopor Peduli Lingkungan

by admin
January 19, 2026
0

Mempawah (19/1). DPW LDII Kalimantan Barat berkolaborasi dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mempawah menghelat kegiatan yang bertajuk Hijaukan Kampus, Dakwah Ekologis...

Read more
Pengajian Akhir Tahun LDII Kudus Jadi Wadah Refleksi dan Kreativitas Generasi Muda
Lintas Daerah

Pengajian Akhir Tahun LDII Kudus Jadi Wadah Refleksi dan Kreativitas Generasi Muda

by admin
January 15, 2026
0

Kudus (15/1). DPD LDII Kabupaten Kudus menggelar pengajian akhir tahun bagi generasi muda. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai kalangan usia, mulai...

Read more
LDII Pegundan dan Pemdes Bersihkan Bantaran Sungai, Antisipasi Dampak Hujan Tinggi
Lintas Daerah

LDII Pegundan dan Pemdes Bersihkan Bantaran Sungai, Antisipasi Dampak Hujan Tinggi

by admin
January 15, 2026
0

Pemalang (15/1). PAC LDII Pegundan bersama pemerintah desa menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Lapangan Krida Muda, Desa...

Read more
Helat Ngopi Bareng Masyarakat, Polsek Pinang dan LDII Pererat Sinergi Kamtibmas
Lintas Daerah

Helat Ngopi Bareng Masyarakat, Polsek Pinang dan LDII Pererat Sinergi Kamtibmas

by admin
January 15, 2026
0

Tangerang (15/1). PC LDII Kecamatan Pinang menerima kunjungan silaturahim Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko, beserta jajaran. Pertemuan tersebut berlangsung di kompleks Masjid...

Read more
LDII Salatiga Ikut Tanam 800 Pohon di Lereng Merbabu Utara
Lintas Daerah

LDII Salatiga Ikut Tanam 800 Pohon di Lereng Merbabu Utara

by admin
January 15, 2026
0

Salatiga (15/1). Ketua DPD LDII Kota Salatiga Siswarsono dan sejumlah warga LDII mengikuti kegiatan penanaman 800 bibit pohon di Lereng Merbabu Utara....

Read more

Trending

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri
Opini

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri

12 hours ago
FLO Audiensi dengan DPRD untuk Perkuat Nilai Strategis Ormas
Lintas Daerah

FLO Audiensi dengan DPRD untuk Perkuat Nilai Strategis Ormas

12 hours ago
LDII Kalbar dan STAI Mempawah Kerja Sama Wujudkan Kampus Hijau dan Pelopor Peduli Lingkungan
Lintas Daerah

LDII Kalbar dan STAI Mempawah Kerja Sama Wujudkan Kampus Hijau dan Pelopor Peduli Lingkungan

12 hours ago
Pengajian Akhir Tahun LDII Kudus Jadi Wadah Refleksi dan Kreativitas Generasi Muda
Lintas Daerah

Pengajian Akhir Tahun LDII Kudus Jadi Wadah Refleksi dan Kreativitas Generasi Muda

4 days ago
LDII Pegundan dan Pemdes Bersihkan Bantaran Sungai, Antisipasi Dampak Hujan Tinggi
Lintas Daerah

LDII Pegundan dan Pemdes Bersihkan Bantaran Sungai, Antisipasi Dampak Hujan Tinggi

4 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri

January 19, 2026
FLO Audiensi dengan DPRD untuk Perkuat Nilai Strategis Ormas

FLO Audiensi dengan DPRD untuk Perkuat Nilai Strategis Ormas

January 19, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In