Depok (25/8). Festival Anak Sholih (FAS) yang digelar PC LDII Beji bersama Yayasan Al-Makmur Mandiri (AMM) menjadi sarana mendorong generasi muda untuk meningkatkan pembelajaran agama sekaligus mempraktikkan karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang digelar pada Minggu (16/8/2026), tersebut diikuti peserta dari usia dini hingga usia mandiri melalui berbagai perlombaan keagamaan dan wawasan kebangsaan.
Ketua Yayasan Al-Makmur Mandiri, Abdullah Ridho Riyadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pembinaan generasi muda antara yayasan dan PC LDII Beji. “Kolaborasi Yayasan AMM dengan PC LDII Beji sudah terjalin cukup lama. Dalam kegiatan FAS ini, yayasan menyediakan fasilitas, sedangkan LDII menyelenggarakan acara secara teknis,” ujarnya.
Menurut Riyadi, perlombaan dalam FAS tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang, tetapi menjadi pemantik semangat anak-anak untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri. “Kegiatan FAS dirancang seperti perlombaan semata-mata sebagai sarana memicu semangat generasi muda, khususnya usia SD hingga SMA, untuk lebih intensif dalam belajar serta mempraktikkan 19 karakter luhur,” jelasnya.
Ketua PC LDII Beji, Saeful Andi, menjelaskan FAS juga menjadi sarana mengevaluasi pemahaman keagamaan sekaligus pembentukan karakter anak sejak dini. “Festival Anak Sholih merupakan evaluasi kami terhadap pemahaman agama anak-anak tentang menjadi anak yang baik dan sebagainya,” ucapnya.
Ia menilai masa kanak-kanak merupakan periode penting untuk menanamkan adab, sopan santun, dan nilai-nilai kebaikan sebagai bekal dalam kehidupan.
Sementara itu, Pelaksana Kegiatan, Royan, mengatakan FAS Depok 1 2026 juga menjadi tahap seleksi peserta yang akan mewakili wilayah tersebut pada perlombaan tingkat Kota Depok pada Oktober mendatang.
Selain perlombaan keagamaan dan wawasan kebangsaan, kegiatan turut dimeriahkan dengan berbagai lomba bernuansa kemerdekaan, fashion show bertema negeri dan pahlawan, serta lomba tumpeng yang melibatkan para ibu.
Menurut Royan, antusiasme peserta dan warga sekitar menjadi salah satu hal yang menonjol dalam pelaksanaan kegiatan. Ia berharap FAS dapat menjadi wadah pembinaan generasi penerus yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap bangsa.
“Kami berharap generus LDII ke depannya menjadi anak yang alim, fakih, mandiri, berakhlakul karimah, serta cinta tanah air dan bangsa,” tutupnya.














