Jakarta (23/1). Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) DKI Jakarta resmi mengukuhkan kepengurusan masa bakti 2025–2030. Acara pengukuhan berlangsung di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (23/1/2025), dan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus baru DPW LDII DKI Jakarta. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya dalam mendukung percepatan program pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Pramono menegaskan bahwa LDII memiliki rekam jejak kuat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, komitmen kebangsaan LDII bahkan telah teruji dalam praktik nyata di tengah masyarakat. “Dalam urusan kebangsaan, LDII justru lebih kebangsaan daripada yang sering mengaku-ngaku paling kebangsaan. Saya mengenal LDII dengan sangat baik,” ujarnya.
Ia juga menilai LDII berperan strategis dalam pembinaan keagamaan sekaligus penguatan karakter masyarakat perkotaan. Organisasi kemasyarakatan keagamaan, lanjut Pramono, memiliki kontribusi penting dalam menjaga harmoni sosial dan stabilitas di tengah pluralitas Jakarta.
“Saya menyaksikan sendiri peran LDII sejak lama, termasuk dalam pembinaan kepemudaan yang menanamkan kedisiplinan, kebersamaan, dan karakter,” tutur Pramono.

Gubernur kelahiran Kediri tersebut mengungkapkan kedekatan personalnya dengan LDII. Ia mengaku tumbuh besar di kawasan Banjaran, Kediri, yang lokasinya berdekatan dengan Pondok Pesantren Wali Barokah. Pengalaman masa kecil itu membuat LDII bukan hal asing dalam perjalanan hidupnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyampaikan optimismenya terhadap kepengurusan DPW LDII DKI Jakarta yang baru. Menurutnya, komposisi kepengurusan yang lebih segar menjadi modal penting untuk melanjutkan dan mengembangkan program-program LDII yang telah berjalan.
Chriswanto mendorong agar LDII DKI Jakarta dapat berkontribusi secara realistis dan berdampak langsung bagi masyarakat serta Pemprov DKI Jakarta. Program kerja tersebut, katanya, mengacu pada “8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa” yang disesuaikan dengan kebutuhan perkotaan.
Ia mencontohkan pengembangan ketahanan pangan perkotaan dan pelestarian lingkungan hidup sebagai peluang strategis. “Meski lahan terbatas, warga LDII di Jakarta bisa berinovasi melalui urban farming yang bernilai ekonomis dan ekologis,” jelasnya.
Terkait persoalan klasik Jakarta seperti banjir dan kemacetan, Chriswanto menekankan pentingnya peran aktif masyarakat. Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan kesadaran dan partisipasi bersama, khususnya melalui program lingkungan hidup.
Ketua DPW LDII DKI Jakarta terpilih, Imam Bashori, menyatakan bahwa pembinaan karakter generasi muda berakhlakul karimah menjadi prioritas utama. Ia menegaskan komitmen LDII DKI Jakarta untuk mengimplementasikan program kerja secara bertahap mulai 2026, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Pemprov DKI dan para pemangku kepentingan.
“Kami ingin hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta, sejalan dengan fungsi LDII sebagai lembaga dakwah dan pengabdian,” ujarnya.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta M. Matsani, pimpinan Forum Lintas Ormas DKI Jakarta, tokoh lintas ormas dan keagamaan, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.














