Agam (14/8). LDII Agam menggelar Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) di Masjid Hj Nursyima Syarif, Lubuk Basung, (12/8/2026). Gerakan yang digagas oleh Kemenag RI ini bertujuan untuk mengajak warga dan masyarakat agar lebih peduli pada lingkungan, fasilitas umum dan rumah peribadatan.
Ketua LDII Agam, Hadi Saputra mengatakan Geber Mas merupakan bentuk upaya pemerintah yang melibatkan pengurus masjid untuk menjaga kebersihan rumah ibadah sekaligus menghidupkan aktifitas sosial di sekitar masjid. “Gerakan ini kami gelar sebagai bentuk kepedulian terhadap penyelenggaran ibadah dimasjid. Kebersihan tempat ibadah bukan hanya tanggung jawab pengurus, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kami ingin membiasakan warga untuk ikut merawat masjid secara rutin,” ujarnya.
Menurut Hadi, kebersihan masjid memiliki kaitan erat dengan kenyamanan jamaah dalam melaksanakan ibadah. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dilakukan. “Melalui Geber Mas, kami juga ingin membangun budaya gotong royong. Masjid yang bersih akan membuat jamaah lebih nyaman beribadah dan semakin terdorong untuk memakmurkannya,” katanya.
Hadi menilai semangat tersebut selaras dengan nilai pengabdian LDII kepada masyarakat. Menurutnya, kepedulian terhadap masjid dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama dan berkelanjutan. “Membersihkan masjid memang sederhana, tetapi nilai kebersamaannya besar. Dari kegiatan seperti ini kita belajar peduli, bekerja sama, dan menjaga fasilitas yang digunakan bersama,” tuturnya.
Gerakan tersebut juga sejalan dengan program nasional Geber Mas yang dicanangkan Kementerian Agama. Kemenag menjadikan 10 Agustus 2026 sebagai momentum kick off pelaksanaan bersih-bersih masjid dan musala secara serentak, dengan sasaran sekitar 50 ribu rumah ibadah di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui Geber Mas, DPD LDII Kabupaten Agam berharap kepedulian terhadap kebersihan masjid semakin tumbuh di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, pembinaan keagamaan, dan kegiatan sosial masyarakat. (Putra)














