Batam (12/9). DPD LDII Kota Batam menggelar pembekalan bagi lebih dari dua ratus muballigh dari delapan PC LDII se-Kota Batam di Masjid Miftahul Huda, Bengkong, Batam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan untuk meningkatkan kualitas SDM dan kemampuan dakwah para muballigh.
Pembekalan menghadirkan dua ulama, yakni Ust. H. Akri M. Isnan dari Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta, dan Ust. H. Imam Baihaqi dari Pondok Pesantren Sumber Barokah, Karawang.
Ust. Akri M. Isnan mengatakan seorang muballigh perlu memiliki empat pilar utama dalam menjalankan dakwah, apabila memiliki ke empat ini perjuangan dakwah seorang muballigh akan lebih maksimal.
“Penyampai itu perlu memahami sumber hukum Islam dengan baik, mampu menyampaikan pesan dengan komunikasi yang tepat, memiliki akhlak yang dapat menjadi teladan, serta mempunyai kemandirian dalam menjalani kehidupan,” ujar Akri.
Ia menjelaskan, penguasaan materi dan pemahaman Al-Qur’an dan hadis menjadi dasar agar materi dakwah yang disampaikan memiliki landasan yang benar. Sementara kemampuan komunikasi diperlukan agar pesan agama dapat diterima masyarakat dengan baik.
“Ilmu agama harus menjadi dasar dalam berdakwah, tetapi ilmu saja tidak cukup. Muballigh juga harus mampu menyampaikan dengan bahasa yang santun dan mudah dipahami, menunjukkan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki kemandirian agar dapat menjalankan dakwah secara profesional dan bermartabat,” katanya.
Sementara itu, Ust. Imam Baihaqi menekankan peran muballigh sebagai pendidik dan pembimbing di tengah masyarakat. Menurutnya, tugas pendakwah tidak berhenti pada penyampaian ceramah, tetapi juga mencakup pembinaan akhlak dan penguatan keagamaan bagi generasi penerus.
“Sebagai pendidik dan pembimbing, seorang mubaligh harus mampu mendidik dan mencontohkan akhlak mulia, mengajar ilmu agama secara terstruktur, serta mengawal kualitas moral generasi penerus agar memiliki fondasi keagamaan yang kuat,” tegas Imam Baihaqi.
Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal sumber hukum Islam, membangun silaturahim antar warga dan masyarakat, serta menjaga profesionalisme dalam menjalankan aktivitas dakwah. Semua itu, menurutnya, perlu dilandasi niat yang ikhlas dan diarahkan untuk kemaslahatan umat.
Kegiatan tersebut diikuti muballigh maupun muballighat dari delapan PC LDII se-Kota Batam. Melalui pembekalan tersebut, DPD LDII Kota Batam mendorong peningkatan kompetensi pendakwah melalui penguatan ilmu agama, komunikasi, keteladanan, dan kemandirian.














