Bandar Lampung (19/5). Tim Rukyatul Hilal, DPW LDII Lampung berpartisipasi mengamati hilal di Institut Teknologi Sumatera, bersama Kanwil Kemenag Lampung, pada Minggu (17/5/2026). Selain LDII, kegiatan itu melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pengadilan Agama Kalianda, perguruan tinggi dan ormas Islam.
Kabid Urusan Agama Islam, Kanwil Kemenag Lampung, Ahmad Fikri Yulian mengungkapkan, posisi hilal awal Zulhijah 1447 H secara astronomis telah memenuhi kriteria imkanur rukyat. “Posisi hilal diperkirakan pada ketinggian 5 derajat dengan sudut elongasi bulan terhadap matahari mencapai 10 derajat 13 menit,” ujarnya.
Ahmad menuturkan, posisi tersebut telah memenuhi kriteria MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elogasi minimal 6,4 derajat. “Meski demikian, penetapan resmi 1 Zulhijah 1447 H, menunggu keputusan sidang sibat yang diselenggarakan Kemenag RI, berdasarkan hasil hisab dan rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan, di Indonesia,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Ahmad mengungkapkan, pelaksanaan rukyatul hilal merupakan bagian dari tugas dan fungsi Kemenag RI, “Yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Sidang isbat bertujuan memberikan kepastian pada masyarakat di tengah beragam metode dan pendekatan dalam penentuan awal bulan Hijriah,” katanya.
Menanggapi itu, Sekretaris DPW LDII Lampung, Ahmat Nurdin mengajak warga LDII Lampung untuk mengikuti hasil isbat yang diumumkan pemerintah melalui Kemenag RI. “Kedepankan kebersamaan dan sikap saling menghormati,” imbuhnya.
Menurutnya, perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriah merupakan hal yang telah lama terjadi, dalam khazanah Islam. “Mari jaga ukhuwah demi terciptanya suasana yang rukun dan damai di tengah masyarakat,” jelas Nurdin.














