Kota Jambi (24/9). Dewan Penasihat DPW LDII Provinsi Jambi, Nur Hamid Hadi, mengajak warga memperbanyak bersyukur dan bersabar menghadapi musim kemarau serta kondisi kabut asap. Pesan tersebut disampaikan dalam tausiyah ba’da Salat Jumat di Masjid Tawakkal, Kelurahan Wijaya Pura, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Jumat (18/9/2026).
Nur Hamid mengatakan rasa syukur tidak hanya dilakukan ketika memperoleh nikmat, tetapi juga perlu dijaga ketika menghadapi kesulitan. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari sikap seorang Muslim dalam menghadapi berbagai keadaan.
“Ketika mendapatkan nikmat, Khalifah Umar bin Khattab bersyukur. Ketika mendapatkan musibah pun ia tetap bersyukur. Ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa rasa syukur tidak hanya hadir saat senang, tetapi juga ketika menghadapi ujian,” ujar Nur Hamid.
Ia menyinggung kondisi kemarau yang berdampak pada berkurangnya ketersediaan air di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut juga berlangsung bersamaan dengan kabut asap yang dirasakan masyarakat di Kota Jambi.
Menurut Nur Hamid, berbagai kondisi tersebut perlu dihadapi dengan tetap berikhtiar, menjaga kesabaran, dan tidak meninggalkan rasa syukur kepada Allah SWT.
“Alhamdulillah, meskipun saat ini kita menghadapi kemarau panjang dan kabut asap, kondisi yang kita alami belum sampai seperti yang dialami sebagian umat pada masa lalu. Karena itu, jangan sampai kita kehilangan rasa syukur kepada Allah SWT,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam berbagai kisah umat terdahulu terdapat masa ketika kekeringan berlangsung lama hingga memengaruhi ketersediaan pangan dan kehidupan masyarakat. Hal tersebut, menurutnya, dapat menjadi pengingat untuk memanfaatkan nikmat yang masih dimiliki.
Nur Hamid juga mengajak jamaah salat Jumat untuk tetap meningkatkan ibadah dan menjaga kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kondisi kemarau.
“Intinya, banyak-banyaklah bersyukur. Dengan rasa syukur dan kesabaran, insyaallah cobaan yang kita hadapi dapat menjadi pahala dan meningkatkan keimanan,” tuturnya.
Tausiah tersebut diikuti oleh jamaah Masjid Tawakkal sebagai bagian dari pembinaan keagamaan setelah pelaksanaan Salat Jumat.















