Batam (17/09). PC LDII Kecamatan Lubuk Baja menggelar pembinaan keagamaan diikuti sekitar 100 warga. Kegiatan di Gedung Serbaguna Baitul Jannah, Plamo Garden, Batam, Senin (24/8/2026).
Ketua Dewan Penasihat LDII Lubuk Baja, Armed Sumedi, mengatakan budi pekerti luhur menjadi bagian penting dalam kefahaman agama. Menurutnya, penerapan budi luhur diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus menjaga kerukunan dan persatuan.
“Budi luhur merupakan perintah Allah dan Rasul, yang mendatangkan balasan pahala di akhirat. Sementara untuk kehidupan sehari-hari, budi luhur berfungsi untuk menjaga kondusivitas lingkungan, menjadi perekat kerukunan, kekompakan, serta persatuan dan kesatuan bangsa,” tutur Armed.
Kajian utama disampaikan Ust. Imam Baihaqi dari Pondok Pesantren Sumber Barokah, Karawang. Ia membahas tiga kenikmatan dunia berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, yakni kesehatan, ketenangan hati, dan tercukupinya kebutuhan pokok.
“Jika kita telah dianugerahi kenikmatan berupa kesehatan badan, ketenangan hati, tercukupi kebutuhan pokoknya, serta keselamatan keluarganya, maka sungguh Allah SWT telah memberikan kita kenikmatan yang besar dan mulia,” tegas Imam.
Menurut Imam, nikmat tersebut perlu disyukuri dengan meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT, menjauhi kemaksiatan, serta memperbanyak mengingat-Nya. Ia juga mengingatkan warga agar tidak menjadikan kehidupan dunia sebagai satu-satunya tujuan.
Dalam kajiannya, Imam mengibaratkan singkatnya kehidupan dunia dibandingkan kehidupan akhirat dengan perhitungan waktu berdasarkan Surah Al-Hajj ayat 47. Dengan ilustrasi usia manusia sekitar 63 tahun, kehidupan dunia jika dibandingkan dengan perhitungan tersebut hanya berlangsung sekitar 1,5 jam.
“Mengapa hanya fokus mengejar dunia padahal kematian bisa datang kapan saja dan di mana saja?” ujarnya.
Ia mengajak warga LDII menjaga keseimbangan antara kebutuhan dunia dan bekal akhirat sebagaimana pesan dalam QS Al-Qashash ayat 77. Imam juga mengingatkan pentingnya mengendalikan hawa nafsu dan emosi dalam kehidupan sehari-hari.
“Untuk mewujudkan hal tersebut, semuanya dituntut mampu mengendalikan hawa nafsu dan emosi, belajar mengalah, serta lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar dibandingkan kepentingan pribadi sesaat,” pungkasnya.
Kegiatan yang dimulai setelah salat Isya tersebut diawali pembacaan Al-Qur’an oleh Ustaz Ikbal dan dibuka Armed Sumedi. Pembinaan ditutup dengan doa bersama.















