Melawi (8/5). DPD LDII Kabupaten Melawi menuai hasil panen demplot padi varietas (amfibi) IPB 9G di Desa Batu Nanta, Melawi, Kalimantan Barat. Panen tersebut dilaksanakan pada Kamis (7/5/2026), sekaligus menunjukkan kemampuan warga LDII Melawi mengubah lahan gambut, menjadi lahan produktif untuk tanaman padi varietas IPB 9G.
Ketua DPD LDII Melawi, Muhammad Mardiyanto menegaskan, panen demplot padi membuktikan lahan gambut berpotensi produktif jika dikelola dengan metode pertanian yang tepat. “Demplot ini menunjukkan lahan gambut potensial ditanami padi. Syaratnya butuh ketekunan dan sentuhan teknologi tanam,” ujarnya
Ia juga mengajak warga memanfaatkan lahan yang ada, karena potensi luasan tanam cukup besar, “Apa yang LDII lakukan semoga menjadi motivasi warga untuk memanfaatkan lahan yang ada. Potensinya bisa mencapai 8 hektare. Jika bisa serempak menanam padi maka peluang besar desa ini menjadi sentra beras,” jelas dia.
Apalagi oleh DPP LDII, Desa Batu Nanta menjadi satu dari delapan desa yang diusulkan menjadi Desa Binaan Tematik kepada Menteri Desa dan PDT sebagai Desa Ketahanan Pangan.
Di tempat yang sama Penyuluh Pertanian Kabupaten Melawi, John Epafras mengatakan hasil panen demplot Padi IPB 9G sudah cukup bagus, artinya lahan gambut cocok untuk tanaman padi.
“Berdasarkan hasil ubinan, demplot tersebut menghasilkan 3,8 kilogram gabah kering panen (GKP) atau setara sekitar 6,08 ton per hektare. Capaian itu dinilai cukup baik, terutama karena budidaya dilakukan di lahan gambut yang memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaannya,” jelasnya.
Dijelaskan dia pertumbuhan tanaman juga menunjukkan hasil yang positif, dengan jumlah anakan mencapai 12 hingga 15 per rumpun dari total 116 rumpun pengamatan, “Kalau dilihat rumpunnya maka tanaman ini tumbuh dengan baik dan menandakan varietas IPB 9G mampu beradaptasi dengan baik pada karakteristik lahan setempat,” tambah John.
Sedangkan Ketua Kelompok Tani Mawang Raya, Taswadi berencana mengajak warga untuk menanam padi di lahan yang ada, apalagi pemerintahan desa sangat mendukung. “Kami akan tambah luas tanam, dan mengajak warga untuk memanfaatkan lahan gambut yang selama ini belum terkelola dengan baik. Demplot ini bukti jika padi juga cocok untuk dibudidayakan di lahan gambut,” katanya.














