OKU Selatan (16/10). DPD LDII Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menggelar Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar yang diikuti oleh 10 peserta dari PC dan PAC LDII di Aula DPD LDII OKU Selatan, Jalan RSUD, Dusun 4, Desa Rantau Panjang, Sumatera Selatan, pada 10–11 Oktober 2026. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan jurnalistik dan literasi digital generasi muda agar mampu mengelola informasi secara bertanggung jawab.
Ketua DPD LDII OKU Selatan, Muslimin Hasym, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali generasi muda dengan kemampuan menggunakan media sosial secara bijak. Menurutnya, keterampilan jurnalistik diperlukan agar peserta mampu memilah informasi, menghindari penyebaran hoaks, serta mendokumentasikan kegiatan organisasi.
“Tujuan diadakan pelatihan ini agar generasi muda bisa lebih bijak bermedia sosial, tidak termakan berita hoaks, dan aktif memberikan kontribusi dengan memberitakan kegiatan positif yang ada di DPD LDII OKU Selatan hingga tingkat PC dan PAC,” ujar Muslimin.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dalam bidang komunikasi digital. Karena itu, ia mendorong peserta memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk menghasilkan konten yang informatif dan bermanfaat.
“Dengan mengikuti pelatihan ini, harapannya adalah bisa memanfaatkan media untuk hal-hal positif dan bisa menjadikan generasi muda LDII lebih kreatif di bidang IT,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari teknik penulisan berita menggunakan unsur 5W+1H, meliputi apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana. Materi ini diberikan sebagai dasar dalam menyusun informasi yang jelas dan sesuai dengan fakta.
Selain penulisan berita, peserta mendapat pembekalan fotografi, videografi, dan desain grafis untuk mendukung dokumentasi serta publikasi kegiatan organisasi melalui media digital.
Melalui pelatihan tersebut, DPD LDII OKU Selatan mendorong peserta untuk menerapkan keterampilan jurnalistik di wilayah PC dan PAC masing-masing, sekaligus meningkatkan kemampuan dalam memverifikasi informasi sebelum dipublikasikan.














