Sarolangun (14/7). PC LDII Kecamatan Sarolangun menggelar evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tingkat PAUD hingga SD. Kegiatan dilangsungkan di Masjid Nurussalam, Kelurahan Sukasari RT 11, Kecamatan Sarolangun, pada Selasa (30/6/2026).
Koordinator kegiatan, Muhammad Ali Arbai, mengatakan evaluasi tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana materi kurikulum telah disampaikan oleh para guru ngaji. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melihat kemampuan caberawit dalam menerima dan memahami materi yang telah diajarkan. “Pagi ini kita melaksanakan evaluasi KBM tingkat SD, dengan tujuan agar mengetahui sejauh mana materi disampaikan oleh para guru ngaji, dan sebatas mana ilmu itu bisa diserap anak-anak kita,” ujar Ali.
Ia menjelaskan, materi yang dievaluasi meliputi bacaan tilawati, hafalan doa-doa harian, praktik wudu dan salat sesuai tuntunan, serta tata krama. Menurutnya, materi tersebut menjadi dasar penting dalam pembinaan karakter dan pemahaman agama sejak usia dini. “Di antara yang kita evaluasi adalah bacaan tilawati, doa-doa harian, serta yang lebih penting praktik wudu dan salat sesuai tuntunan yang diajarkan,” jelasnya.
Ali menambahkan, evaluasi KBM tersebut dilaksanakan dua kali dalam setahun. Evaluasi yang digelar pada akhir Juni ini merupakan evaluasi semester pertama, sedangkan evaluasi semester kedua direncanakan berlangsung pada Desember mendatang. “Evaluasi KBM ini setahun akan kita laksanakan dua kali. Ini untuk semester pertama sudah kita laksanakan, untuk semester dua insyaallah bulan Desember,” ujarnya.
Menurutnya, evaluasi rutin diperlukan agar proses pembinaan caberawit dapat berjalan lebih terarah. Dengan begitu, para guru ngaji dapat mengetahui perkembangan anak-anak sekaligus memperbaiki metode pembelajaran jika masih ada materi yang belum terserap dengan baik.
Melalui kegiatan tersebut, PC LDII Kecamatan Sarolangun berharap caberawit semakin semangat mengikuti kegiatan mengaji. Evaluasi ini juga diharapkan mampu mempererat silaturahim antargenerasi penerus serta membantu membentuk generasi yang unggul, berakhlak, dan memahami dasar-dasar ibadah sejak dini. (*)








