Sarolangun (20/9). DPD LDII Kabupaten Sarolangun menggelar pengajian secara hibrid yang diikuti warga dari sejumlah PAC se-Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Selasa malam (7/9). Pengajian diikuti peserta melalui studio mini di wilayah masing-masing dengan memanfaatkan Zoom dan media daring lainnya.
Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Sarolangun, Arfiyudi Eka Saputra, mengajak peserta meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang diterima. Menurutnya, rasa syukur perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan nikmat secara baik.
“Syukur atas nikmat Allah merupakan kewajiban kita. Maka kita supaya terus berusaha mencari jalannya syukur dan memanfaatkan nikmat yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya,” ujar Arfiyudi.
Ia menjelaskan, rasa aman, kesehatan, dan terpenuhinya kebutuhan makanan merupakan nikmat yang perlu disyukuri. Menurutnya, salah satu cara membangun rasa syukur adalah dengan melihat kondisi orang lain yang memiliki keterbatasan lebih besar.
“Kalau lingkungan kita aman, badan sehat, kemudian ada makanan yang bisa dimakan pada hari itu, maka itu merupakan nikmat yang besar. Karena itu, kita perlu terus belajar menjadi orang yang bersyukur,” katanya.
Arfiyudi juga mengajak warga meningkatkan sedekah untuk membantu kegiatan ibadah maupun kepentingan sosial. Ia mengingatkan agar harta yang dimiliki tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi.
“Dalam harta yang kita miliki ada hak orang lain. Kita gunakan secukupnya dan sebagian bisa kita sedekahkan agar dapat memberikan manfaat kepada orang lain,” ujarnya.
Sebelumnya, Ustaz Hariyono menyampaikan materi mengenai tata cara salat sesuai Al-Qur’an dan hadis. Ia mengingatkan peserta untuk memperhatikan bacaan maupun gerakan dalam menjalankan ibadah salat.
“Salat merupakan amalan yang pertama dihisab pada hari kiamat. Karena itu, kita supaya menjaga salat, baik gerakan maupun bacaannya agar sesuai dengan tuntunan,” jelas Hariyono.
Pengajian diawali Ustaz Abdul Qodir dengan mengecek kehadiran peserta dari masing-masing PAC serta kesiapan perangkat audio dan video. Ia juga mengingatkan peserta untuk tetap mengikuti materi dengan baik meskipun pengajian berlangsung secara daring.
“Ikuti pengajian ini dengan saksama. Walaupun tidak bertatap muka secara langsung dan mengikuti melalui Zoom maupun media lainnya, materi tetap supaya didengarkan dengan baik,” ujarnya.














