Sarolangun (8/10). DPD LDII Kabupaten Sarolangun menggelar pengajian umum secara hibrid yang diikuti ratusan warga LDII melalui studio mini di wilayah PAC masing-masing, Rabu malam (7/10/2026). Kegiatan dipusatkan di Masjid Nurussalam, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, dengan materi tata cara salat, peningkatan keimanan, dan pentingnya bersedekah.
Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Sarolangun, Arfiyudi Eka Saputra, mengajak warga meningkatkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT serta memperdalam pemahaman agama agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harus bersyukur atas segala nikmat Allah SWT yang sudah diberikan kepada kita karena ini merupakan kewajiban kita sebagai manusia,” ujar Arfiyudi.
Ia mengingatkan bahwa kesehatan dan kesempatan merupakan nikmat yang perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah. Menurutnya, pemahaman agama tidak cukup hanya diperoleh melalui pengajian, tetapi juga harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Selain itu, Arfiyudi mendorong warga LDII untuk memperbanyak sedekah sesuai kemampuan sebagai bagian dari kepedulian dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan.
“Saya mengajak semuanya untuk memperbanyak sedekah karena dengan sedekah hidup kita akan berkah. Kegiatan agama juga membutuhkan dukungan pembiayaan,” katanya.
Sebelumnya, Ustaz Muhammad Irfan Rizaldi menyampaikan kajian mengenai tata cara salat berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW. Ia menekankan pentingnya menjaga salat lima waktu serta memperhatikan kesesuaian gerakan dan bacaan dalam pelaksanaannya.
“Salat lima waktu merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Dalam mengerjakannya, gerakan dan bacaan harus sesuai dengan petunjuk Rasulullah serta dilaksanakan dengan khusyuk,” ujar Irfan.
Dalam kesempatan tersebut, Arfiyudi juga mengingatkan warga mengenai program pengajian kitab Shahih Bukhari yang dilaksanakan DPD LDII Sarolangun secara daring selepas salat Subuh. Ia mengajak para mubaligh dan warga yang memiliki kesempatan untuk mengikuti kajian tersebut sebagai sarana untuk menambah ilmu agama.
Pengajian diawali dengan pembukaan oleh Ustaz Abdul Qodir yang sekaligus memantau kehadiran peserta melalui Zoom Meeting. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kajian Al-Hadis, nasihat agama, dan ditutup dengan doa bersama.














