PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Nasional

LDII Susun Strategi Dakwah Kreatif dan Respons Krisis Cepat di Era Percakapan Digital

in Nasional
382
0
rakorbid 2025

anggota Divisi Litbang LINES DPP LDII, Galant Prabajati dan Koordinator Divisi Media Sosial DPP LDII, Faza Ruziqyani di acara Rapat Koordinasi Bidang Komunikasi Informasi dan Media (Rakorbid KIM) pada Sabtu (15/11). Foto: LINES

552
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (15/11). DPP LDII menyoroti perubahan perilaku publik yang menjadikan media sosial sebagai ruang utama untuk mencari validasi. Hal tersebut disampaikan anggota Divisi Litbang LINES DPP LDII, Galant Prabajati di acara Rapat Koordinasi Bidang Komunikasi Informasi dan Media (Rakorbid KIM) pada Sabtu (15/11).

Galant menjelaskan publik tak lagi hanya mencari informasi, tetapi validasi sosial melalui respons dan percakapan digital. Ia mencontohkan fenomena di Nepal, di mana pemilihan Perdana Menteri dilakukan melalui mekanisme voting di media sosial. Ia menyebut ruang digital telah menjadi arena pembentukan opini publik, yang dampaknya dapat merembet ke tindakan sosial di lapangan, salah satunya kerusuhan.

“Percakapan digital bisa memicu pembesaran isu dalam hitungan menit. Jika tidak dikelola, dampaknya bisa masuk ke dalam pergerakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Galant, LDII menghadapi beragam tantangan di era digital, mulai dari disinformasi, stigma lama yang terus direproduksi, hingga provokasi dan kebisingan informasi. Kondisi ini membuat opini publik mudah terbelah. Ia menilai organisasi membutuhkan strategi komunikasi yang lebih disiplin agar tidak terseret arus informasi yang tak terkontrol.

“Langkah pertama ketika menghadapi masalah adalah musyawarah dengan pemangku kepentingan internal. Jangan terburu-buru merilis pernyataan,” katanya.

Ia juga menyoroti perilaku warga LDII di media sosial yang berpengaruh langsung terhadap persepsi publik. Menurutnya, penggunaan tagar LDII pada konten remeh, unggahan yang mengabaikan etika, atau pembahasan isu internal di ruang publik sering memunculkan kesan keliru tentang organisasi.

“Perilaku individual yang tidak bijak bisa menimbulkan generalisasi terhadap LDII secara keseluruhan,” ujarnya. Ia meminta warga LDII lebih memahami tata krama digital, terutama saat membawa identitas organisasi.

Dalam paparannya, Galant menguraikan prinsip dasar manajemen krisis yang perlu dijalankan LDII. Prinsip pertama ialah bersikap tenang dan tidak reaktif. Semua isu harus dibahas secara internal sebelum organisasi mengeluarkan pernyataan apa pun. “Krisis itu membutuhkan kepala dingin. Reaksi cepat yang tidak terukur justru memperburuk keadaan,” katanya. Ia menambahkan pentingnya satu komando dan satu narasi agar tidak muncul perbedaan informasi.

Sementara itu, Koordinator Divisi Media Sosial DPP LDII, Faza Ruziqyani menjelaskan media sosial telah menjadi ruang strategis untuk menyampaikan pesan keagamaan dengan jangkauan luas, terutama kepada generasi muda yang menghabiskan banyak waktu di platform digital.

Data Indonesia Digital Report 2025 mencatat 143 juta pengguna media sosial di Indonesia, atau sekitar setengah populasi. Waktu layar rata-rata masyarakat mencapai 7,5 jam per hari. Menurut narasumber, kondisi ini membuka peluang besar bagi LDII memaksimalkan dakwah digital. “Ruang digital tidak sekadar tempat berbagi konten, tetapi arena pembentukan cara pandang. Jika kita hadir secara konsisten dan kreatif, nilai-nilai kebaikan bisa menjangkau lebih banyak orang,” ujar Faza.

Faza menjelaskan media sosial menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari penyebaran pesan yang lebih cepat, pilihan format dakwah yang variatif, hingga peluang membangun komunitas positif. Menurutnya, generasi muda kini lebih mudah menerima pesan agama melalui format visual, narasi pendek, dan gaya komunikasi yang dekat dengan keseharian. “Kita perlu masuk ke ruang mereka tanpa kehilangan substansi dakwah. Intinya edukatif, namun tetap relevan,” katanya.

LDII juga menilai media sosial sebagai sarana penting untuk meredam arus informasi negatif dan memperkuat citra organisasi. Narasumber menekankan pentingnya menghadirkan konten positif yang mampu bersaing dengan informasi yang menyesatkan. “Jika ruang digital dipenuhi konten yang keliru, kita wajib hadir dengan narasi yang lebih jernih. Konten dakwah bisa menjadi penyeimbang,” ucapnya.

Dalam paparannya, narasumber memberikan panduan agar warga LDII maupun para pengelola media sosial di struktur organisasi mampu menghasilkan konten dakwah yang menarik. Ia menyarankan agar setiap kreator mengenali target audiens, memilih platform yang tepat, serta menggunakan hook yang kuat. “Konten yang berhasil biasanya punya kesan pertama yang baik. Hook itu penentu apakah orang akan lanjut menonton atau langsung scroll,” katanya.

Ia menambahkan penggunaan storytelling, visual yang rapi, serta identitas khas sangat berpengaruh dalam membangun kedekatan emosional dengan audiens. Konsistensi juga menjadi kunci. Menurutnya, interaksi aktif seperti Q&A, polling, kuis, hingga kompetisi membantu memperkuat hubungan dengan pengikut. “Interaksi langsung membuat audiens merasa dihargai. Ini yang membangun loyalitas dan komunitas,” ujarnya.

Di akhir sesi, Faza menekankan pentingnya verifikasi sebelum membagikan informasi, terutama konten keagamaan. Ia mengingatkan agar warga LDII menyaring informasi sebelum menyebarkannya, mengingat cepatnya hoaks beredar di media sosial. “Konten dakwah membawa tanggung jawab moral. Pastikan akurat, bersumber jelas, dan tidak menimbulkan salah paham,” katanya.

Tags: Dakwah KreatifEra DigitalLDIIRespons Krisis Cepat

Related Posts

Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri
Nasional

Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri

by admin
April 30, 2026
0

Kediri (30/4). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah, Kota Kediri, Jawa Timur menghadiri agenda “Ngopi Kamtibmas”. Kegiatan tersebut digelar di kantor Kecamatan Kota,...

Read more
MoU Kemenbud-LDII untuk Pemajuan Budaya Berbasis Keagamaan dan Pembangunan Museum
Nasional

MoU Kemenbud-LDII untuk Pemajuan Budaya Berbasis Keagamaan dan Pembangunan Museum

by admin
April 9, 2026
0

Jakarta (9/4). Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mengapresiasi tema pembahasan Musyawarah Nasional (Munas) X DPP LDII yang mengangkat isu geopolitik dan ketahanan...

Read more
Ponpes Gadingmangu Dukung Visi Dirjen Polpum Kemendagri dalam Munas X LDII
Nasional

Ponpes Gadingmangu Dukung Visi Dirjen Polpum Kemendagri dalam Munas X LDII

by admin
April 9, 2026
0

Jakarta (9/4). Sekretaris Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu, Nurul Firdaus, menyatakan dukungannya terhadap visi yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum...

Read more
Ponpes Gadingmangu Siap Perkuat Swasembada dan Moderasi Beragama
Nasional

Ponpes Gadingmangu Siap Perkuat Swasembada dan Moderasi Beragama

by admin
April 9, 2026
0

Jakarta (9/4). Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-X Lembaga Dakwah Islam Indonesia yang...

Read more
jombang munas
Nasional

Ponpes Gadingmangu Hadiri Munas X LDII, Dukung Program Kerja Organisasi

by admin
April 9, 2026
0

Jakarta (9/4). Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) X LDII. Kegiatan yang berlangsung pada 7-9...

Read more
walibarokah
Nasional

FKUB Kota Kediri Lintas Agama Kunjungi Ponpes Wali Barokah

by admin
March 29, 2026
0

Kediri (29/3). Jajaran pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah. Mereka memanfaatkan momen Idul...

Read more

Trending

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan
Lintas Daerah

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

2 days ago
Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri
Lintas Daerah

Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

2 days ago
Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri
Nasional

Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri

2 days ago
LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter
Lintas Daerah

LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter

2 days ago
LDII Sukoharjo Bekali Dai Hadapi Era Digital, Perkuat Metode dan Etika Dakwah
Lintas Daerah

LDII Sukoharjo Bekali Dai Hadapi Era Digital, Perkuat Metode dan Etika Dakwah

2 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

April 30, 2026
Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

April 30, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In