PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Nasehat

Mencari

in Nasehat
397
0
Mencari

Ilustrasi: Pinterest.

552
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Faidzunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan.

Pada sebuah obrolan ringan di suatu pertemuan santai kala senja, diiringi rintik gerimis yang romantis, seorang motivator kondang, dengan suara parau di akhir sesinya bertanya; “Apakah ada di dunia ini yang lebih berarti daripada kebahagiaan?” Itu pertanyaan yang masih terus menempel kuat di benak. Seolah menjadi PR yang harus dikerjakan sampai hari ini, tidak bisa terabaikan. Walaupun kebahagiaan itu beragam, sebelum disepakati maksud dan tujuannya. Dan kebahagian seolah berevolusi sesuai zaman dan keadaan. Namun yang pasti, kebahagiaan adalah salah satu tujuan universal manusia, sedangkan makna dan nilai kebahagiaan bisa berbeda untuk setiap kepala. Bertingkat dan berjenjang.

Namun, bisa ditemukan fakta di mana-mana, sebagai perwakilan jawaban atas pertanyaan di atas. Pertama, semua orang ternyata pengin bahagia. Ditilik dari ucapan misalnya, pada proses kelahiran, kita sering berujar semoga anaknya hidup bahagia dunia dan akhirat. Kepada kedua mempelai yang baru menikah, kita ucapkan semoga berbahagia. Juga pada proses kematian tersemat harapan bahagia di alam sana. Dalam setiap kesempatan berdoa pun, kebanyakan tak lupa memohon kebahagiaan; baik di dunia maupun akhirat, dengan berbagai versi bahasa dan bermacam bahan untuk menjadi bahagia. Ada yang lengkap, ada juga yang menganggap sudah lengkap.

فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍوَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” sedangkan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun. Di antara mereka ada juga yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.” (QS Al-Baqarah:200-201)

Fakta kedua, ditemukan bahwa semua orang tidak ada yang mau hidup susah, kecuali terpaksa. Maksudnya setelah tidak berhasil mendekapnya. Setiap orang rela berusaha siang – malam dan banting – tulang untuk meraihnya. Tidak kenal waktu, 24 jam sehari rasanya masih belum cukup. Tidak kenal lelah, segala macam cara dicoba asal bahagia. Tidak ada kata menyerah, kalau bisa cukup saya saja yang menderita asal anak-cucu berbahagia. Bahkan sampai ada yang lupa diri, putus asa, hingga berakhir di rumah sakit jiwa, seperti cerita Lulu berikut.

Alkisah di sebuah rumah sakit jiwa, ada dua pasien yang terus-menerus memanggil wanita bernama Lulu, sambil membentur-benturkan kepala. Lulu adalah seorang wanita yang sangat cantik dan memikat, sehingga banyak pria jatuh cinta padanya. Pasien pertama, dia menjadi pasien rumah sakit jiwa karena cintanya kepada Lulu ditolak. Dia tidak bisa menerima kenyataan tersebut, sehingga pikirannya terganggu dan akhirnya dirawat di rumah sakit jiwa. Baginya, Lulu adalah cinta sejatinya, dan penolakan Lulu membuat hidupnya terasa hancur. Pria kedua, tampaknya lebih beruntung dibanding pria pertama. Pasien kedua adalah pria yang berhasil menikahi Lulu. Namun, setelah menikah, dia justru menemukan bahwa Lulu tidak seperti yang dia bayangkan. Kehidupan pernikahan mereka penuh konflik, dan Lulu tidak mampu memenuhi ekspektasi kebahagiaannya. Kekecewaan ini membuatnya kehilangan kewarasan dan akhirnya juga dirawat di rumah sakit jiwa.

اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. Seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS Al-Hadid:20)

Ketiga, kadang semakin keras berusaha mendapatkannya, yang terjadi malah semakin menjauh. Semakin dikejar, semakin lari kencang. Semakin dipuji, semakin meninggi. Semakin dalam menyelam, semakin dalam tenggelam. Kebahagiaan yang didambakan, tak kunjung mendekat. Bagai pungguk merindukan bulan. Dan, darinya banyak cerita yang berujung duka, lantaran tak kunjung meraihnya. Frustasi. Kebahagiaan seolah barang super mahal, sesuatu yang susah didapatkan. Simaklah cerita berikut. Seorang muda datang kepada seorang Guru dan bertanya, “Kira-kira saya membutuhkan berapa waktu untuk memperoleh penerangan batin?” Kata Guru itu, “Sepuluh tahun.” Orang muda itu terkejut. “Begitu lama?” tanyanya tidak percaya. Kata Guru itu, “Tidak, saya keliru. Engkau membutuhkan dua puluh tahun.” Orang muda itu bertanya, “Mengapa Guru lipatkan dua?” Guru itu berkata, “Coba pikirkan, dalam hal ini mungkin engkau membutuhkan tiga puluh tahun.”

Kebanyakan orang tidak pernah belajar sesuatu karena mereka menggenggam segala sesuatu terlalu cepat. Kebahagiaan dan kebijaksanaan bukanlah suatu titik sampai akan tetapi suatu cara berjalan. Kalau engkau berjalan terlalu cepat, engkau tidak akan melihat pemandangan yang indah. Dengan tepat mengerti ke mana engkau menuju mungkin adalah cara yang paling tepat untuk tersesat. Namun, tidak semua orang bergelandangan tersesat.

عَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏ “‏ طُوبَى لِمَنْ هُدِيَ إِلَى الإِسْلاَمِ وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا وَقَنِعَ ‏”

Dari Fadhalah bin Ubaid, bahwasanya dia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, _“Beruntung/berbahagialah orang yang diberi hidayah kepada islam dan kehidupannya cukup (tidak meminta – minta) dan menerima (qona’ah dengan yang ada).” (HR At-Tirmidzi)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَكَانَ رِزْقُهُ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ ‏”

Dari Abdullah bin Amr, bahwasanya rasulullah SAW bersabda, _“Sungguh berbahagia/beruntung orang yang memeluk islam kemudian diberi rejeki yang cukup dan Allah menganugerahkan sifat qonaah (nerimo) dengan apa yang Allah berikan kepadanya.” (HR Muslim)

Berdasarkan cerita-carita dan wasiat tua di atas, para penekun kehidupan dan guru-guru bijak di dunia ini, berkomentar serupa. Bahwa kata kunci mencari kebahagiaan adalah qona’ah – menerima. Dan menerima adalah perbuatan hati bukan? Setiap orang punya hati. Dengannya orang bisa menjadi bahagia. Maka, jika kita ingin mencari kebahagiaan, perbaikilah hati. Poleslah, agar benar – benar kita tahu dan kenal dengan hati kita sendiri. Sebab perjalanan terberat dan terjauh adalah perjalanan masuk ke dalam diri sendiri, mengenal hati sendiri. Walau letaknya hanya sejengkal dari dahi.

Kebahagiaan sejati adalah hasil dari kedamaian batin, kesadaran penuh, cinta, dan penerimaan. Dengan hidup dalam kesadaran, melepaskan keterikatan, kemudian memberi cinta, kita dapat menemukan kebahagiaan yang tidak tergantung pada kondisi eksternal. Bahagia bukanlah tujuan, melainkan cara kita menjalani hidup ini dengan penuh kesadaran dan cinta. Kesalahan kebanyakan orang mirip kisah lucu berikut ini. Suatu hari, Nasruddin mencari sesuatu di halaman rumahnya yang penuh dengan pasir. Ternyata dia mencari sebuah jarum yang hilang. Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum tersebut. Tetapi selama sejam penuh mereka mencari, jarum itu tak ketemu juga.
Tetangganya pun bertanya, “Sebenarnya jarumnya jatuh dimana?”
“Jarumnya jatuh di dalam rumah,” jawab Nasruddin.
“Kalau jarum jatuhnya di dalam, kenapa mencarinya di luar?” tanya tetangganya.
Dengan ekspresi tanpa dosa, Nasruddin menjawab, “Karena di dalam gelap, di luar terang.”

Begitulah, gambaran perjalanan kita mencari kebahagiaan dan kedamaian. Sering kali kita salah arah, salah tempat. Banyak orang yang mencari kebahagian tetapi salah alamat. Kebanyakan orang mencarinya di luar. Banyak orang yang mencari kebahagiaan di luar obyek yang sebenarnya. Alhasil pencarian itu tidak mendapatkan apa-apa. Gatot alias gagal total. Sebenarnya daerah tergelap dan terdalam dalam mencari kebahagiaan, kedamaian dan keindahan, adalah daerah-daerah di dalam diri. Justru letak ‘sumur’ kebahagiaan yang tak pernah kering, berada di dalam. Tak perlu juga mencarinya jauh-jauh, karena ‘sumur’ itu berada di dalam diri semua orang. Tetapi karena alasan ’gelap’, banyak orang meninggalkannya. Padahal sejatinya, setiap orang tinggal mengeksplorasi dan mengekspresikan apa yang di dalam diri masing – masing untuk menjadi bahagia. Tinggal membelokkan pencarian yang sekarang berorientasi keluar, menjadi mencari ke dalam diri masing – masing.

Jadi, untuk memulai perjalanan mencari kebahagiaan dan keindahan, mulailah mengenali diri sendiri, potensi dan indahnya karunia Alah yang telah diberikan kepada kita semua ini. Orientasi ke dalam, bukan ke luar. Berprinsip menerima, bukan grangsang (rakus). Dan dalam bahasa indah keimanan tindakan ini merupakan rintisan serta penerapan syukur yang sebenar – benarnya.

Related Posts

Nasehat Seorang Ayah Kepada Anaknya
Headline

Nasehat Seorang Ayah Kepada Anaknya

by admin
March 17, 2026
0

Oleh Ust. Tommy Sutomo Di dalam Islam, ada sosok Ayah yang menjadi panutan bagi umat muslim dalam menasehati anaknya. Sosok Ayah tersebut...

Read more
Nasehat untuk Anak
Nasehat

Nasehat untuk Anak

by admin
March 14, 2026
0

Oleh Wilnan Fatahillah* Nak, orang tuamu adalah akar yang tersembunyi di dalam tanah yang gelap dan sunyi, agar engkau menjadi dahan yang...

Read more
Nasehat untuk Orang Tua
Nasehat

Nasehat untuk Orang Tua

by admin
March 14, 2026
0

Oleh Wilnan Fatahillah* Wahai para orang tua, anak-anakmu bukanlah milikmu. Mereka datang melaluimu, tetapi bukan darimu. Dan meskipun mereka bersamamu, mereka bukan...

Read more
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan
Headline

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

by admin
March 10, 2026
0

Oleh Aceng Karimullah Salah satu pertimbangan yang sering muncul bagi para pemuda dan pemudi yang belum menikah adalah persoalan biaya resepsi pernikahan....

Read more
Nasehat untuk Para Suami
Nasehat

Nasehat untuk Para Suami

by admin
March 10, 2026
0

Oleh Wilnan Fatahillah Menjadi suami bukanlah tentang menjadi tuan di atas singgasana. Terlena tanpa beban. Ingat, setelah menikah status baru menantimu. Allah...

Read more
Nasehat untuk Para Istri
Nasehat

Nasehat untuk Para Istri

by admin
March 10, 2026
0

Oleh Wilnan Fatahillah* Dalam rumah tangga, istri bukan sekadar penghuni dinding batu, melainkan roh yang menghidupkan setiap sudutnya. Ketaatan kepada suami bukanlah bentuk...

Read more

Trending

Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Ramadan, LDII Kabupaten Bandung Hadiri Bukber Polresta
Lintas Daerah

Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Ramadan, LDII Kabupaten Bandung Hadiri Bukber Polresta

10 hours ago
Tiga Ormas Islam di Jombang Jalin Ukhuwah Islamiyah dengan Safari Ramadan
Lintas Daerah

Tiga Ormas Islam di Jombang Jalin Ukhuwah Islamiyah dengan Safari Ramadan

10 hours ago
Bawa Hidangan dalam Rantang, Wali Kota Mojokerto Buka Puasa Bersama Warga LDII
Lintas Daerah

Bawa Hidangan dalam Rantang, Wali Kota Mojokerto Buka Puasa Bersama Warga LDII

10 hours ago
Ratusan Warga LDII Semarang Meriahkan Tarawih Keliling di Rumah Dinas Wali Kota
Lintas Daerah

Ratusan Warga LDII Semarang Meriahkan Tarawih Keliling di Rumah Dinas Wali Kota

10 hours ago
LDII Lampung Helat Itikaf Bersama di 603 Masjid dan 21 Pesantren se-Lampung
Lintas Daerah

LDII Lampung Helat Itikaf Bersama di 603 Masjid dan 21 Pesantren se-Lampung

10 hours ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Ramadan, LDII Kabupaten Bandung Hadiri Bukber Polresta

Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Ramadan, LDII Kabupaten Bandung Hadiri Bukber Polresta

March 17, 2026
Tiga Ormas Islam di Jombang Jalin Ukhuwah Islamiyah dengan Safari Ramadan

Tiga Ormas Islam di Jombang Jalin Ukhuwah Islamiyah dengan Safari Ramadan

March 17, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In