PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Artikel

Menilik Prospek Cerah Bayam Jepang (Horenso) sebagai Komoditas Unggulan dalam Tren Gaya Hidup Sehat

in Artikel
383
0
Menilik Prospek Cerah Bayam Jepang (Horenso) sebagai Komoditas Unggulan dalam Tren Gaya Hidup Sehat

Petani bayam jepang di Lembang, Bandung. Foto: LINES

560
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lembang (19/11). Tren hidup sehat terus berkembang, mendorong masyarakat untuk semakin selektif dalam memilih bahan makanan, terutama sayuran. Salah satu jenis sayuran yang kini mendapat perhatian lebih adalah horenso (Spinacia oleracea), atau dikenal sebagai bayam Jepang. Sayuran hijau ini memiliki kandungan nutrisi tinggi, seperti vitamin A, C, K, dan zat besi, yang menjadikannya pilihan ideal bagi konsumen yang peduli kesehatan. Tak hanya itu, horenso juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan karena banyak diminati oleh kalangan kelas menengah ke atas yang mengutamakan kualitas.

Mulyana, seorang petani dan warga LDII asal Desa Cibodas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, melihat peluang besar dari budidaya horenso ini. “Konsumen dari restoran Jepang dan rumah tangga di kota besar seperti Bandung dan Jakarta cukup banyak yang mencari horenso, terutama yang organik,” ujar Mulyana.

Dengan permintaan yang terus meningkat, horenso memberikan peluang stabil dan berpotensi meningkatkan pendapatan para petani. Selain itu, iklim sejuk dan tanah subur di kawasan Lembang menjadikan daerah ini sangat cocok untuk budidaya horenso. “Perawatan tanaman ini terbilang mudah dengan waktu panen yang relatif singkat. “Biasanya panen sekitar 35-40 hari, tergantung cuaca,” ungkap Mulyana.

Mulyana menanam horenso di dua lahan berbeda, masing-masing seluas 125meter persegi dan 225meter persegi. “Di lahan yang 225 meter, saya bisa menanam sekitar 2.400 pohon. Kalau hasilnya bagus, panen bisa mencapai 120-150 kilogram sekali panen,” katanya. Perawatan tanaman horenso dilakukan dengan sistem sederhana namun efisien. “Saat mulai menanam, saya menyiram dua kali sehari. Setelah seminggu, cukup sekali sehari. Sistem ini menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal,” jelasnya.

Mulyana menjual hasil panennya melalui sistem kontrak dengan klien, seperti restoran atau distributor sayuran. “Kontrak biasanya di harga Rp37.000 per kilogram. Agar memenuhi standar pasar, daunnya harus bebas dari hama, mulus, sehat, dan mencapai tinggi sekitar 30 cm. Setelah dipanen, horenso langsung dipacking di rumah untuk menjaga kualitas,” lanjutnya.

Dalam seminggu, Mulyana bisa mengirimkan sekitar 50 kilogram horenso ke pelanggannya. “Kalau lagi ramai, misalnya saat musim liburan, pengiriman bisa mencapai 100 kilogram seminggu,” ungkapnya.

Meski menjanjikan, budidaya horenso memiliki tantangan tersendiri, terutama dari hama dan perubahan cuaca. “Kalau cuaca sering berubah, tanaman rentan terkena hama atau virus. Di musim hujan, tanaman di lahan terbuka bisa hancur kalau tidak pakai greenhouse,” ujar Mulyana.

Untuk mengatasi masalah ini, ia menggunakan pupuk organik buatan sendiri. Limbah daun horenso yang tidak layak konsumsi dikumpulkan, lalu diolah menjadi pupuk dengan tambahan air dan sedikit garam. “Saya juga tambahkan sedikit pupuk NPK, sekitar 500 gram untuk 200 liter air,” tambahnya.

Namun, tantangan utama budidaya horenso adalah hama dan perubahan cuaca yang tidak menentu. “Kalau cuaca sering berubah, biasanya tanaman rentan hama atau virus. Di musim hujan, tanaman yang ditanam di lahan terbuka bisa hancur kalau tidak pakai greenhouse,” kata Mulyana.

Mulyana menggunakan pupuk organik yang dibuat sendiri dari limbah daun horenso yang tidak terpakai. “Saya kumpulkan daun horenso rusak, lalu buat pupuk dengan campuran air dan sedikit garam. Tapi, saya juga tambahkan pupuk NPK, sekitar 500 gram untuk 200 liter air,” jelasnya.

Budidaya horenso di kawasan Lembang tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi Mulyana, tetapi juga bagi mayoritas warga LDII di Desa Cibodas. Mulyana mengungkapkan bahwa sebagian besar warga LDII di desanya berprofesi sebagai petani, dengan komoditas unggulan seperti horenso, buncis kenya, dan sayuran premium yang kini semakin diminati pasar.

Di luar aktivitas bertani, Mulyana dan warga LDII lainnya di Desa Cibodas sering mengadakan acara keakraban di lahan pertanian mereka. Salah satu tradisi menarik yang sering dilakukan oleh warga LDII Cibodas adalah “botram”, atau makan bersama di area pertanian. “Kalau ada pengurus dari LDII Kota Bandung berkunjung, biasanya kami menyambut mereka dengan hangat dan uniknya, warga di sini senang memberikan oleh-oleh berupa sayuran segar hasil panen,” ujarnya.

Budidaya horenso di kawasan Lembang tidak hanya menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan, tetapi juga turut mendukung tren hidup sehat yang semakin diminati masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik dan adaptasi terhadap tantangan cuaca, horenso memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas unggulan di masa depan.

Tags: Bayam JepangHorensoKomoditas Unggulanldii lembangMulyanaTren Gaya Hidup Sehat

Related Posts

Dua Peran Rulifa Syahroel: Mengabdi sebagai Dokter, Membina Masyarakat Bersama LDII Kepri
Apa Siapa

Dua Peran Rulifa Syahroel: Mengabdi sebagai Dokter, Membina Masyarakat Bersama LDII Kepri

by Nisa
October 24, 2026
0

Menjelang Hari Dokter Nasional 2026, kiprah dr. Rulifa Syahroel menggambarkan bagaimana profesi kedokteran dan kepemimpinan organisasi kemasyarakatan dapat berjalan beriringan dalam mendukung...

Read more
Hadir di Dialog FKUB Banten, LDII Tegaskan Komitmen Kuat Jaga Moderasi Beragama
Artikel

Hadir di Dialog FKUB Banten, LDII Tegaskan Komitmen Kuat Jaga Moderasi Beragama

by eko nuansa
October 10, 2026
0

Serang (8/10). DPW LDII Provinsi Banten menghadiri Dialog Kerukunan Umat Beragama yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten bersama...

Read more
Cek Kesehatan Gratis LDII Malang Diminati Warga, Peserta Lampaui Target
Artikel

Cek Kesehatan Gratis LDII Malang Diminati Warga, Peserta Lampaui Target

by eko nuansa
October 10, 2026
0

Malang (8/10). DPD LDII Kabupaten Malang menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dipusatkan di sejumlah titik. Jumlah peserta yang mengikuti layanan...

Read more
LDII: Ancaman Ideologi Kini Bisa Menyusup Lewat Disinformasi Digital
Artikel

LDII: Ancaman Ideologi Kini Bisa Menyusup Lewat Disinformasi Digital

by eko nuansa
October 1, 2026
0

Semarang (30/9). Peringatan peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) menjadi momentum bagi DPP LDII untuk mengingatkan masyarakat terhadap perubahan bentuk ancaman ideologi di...

Read more
Ponpes Wali Barokah Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Mataraman
Artikel

Ponpes Wali Barokah Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Mataraman

by eko nuansa
September 12, 2026
0

Kediri (6/9). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah turut ambil bagian dalam Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026 yang berlangsung di Balai...

Read more
Sambut HUT ke-81 RI, LDII Gunung Putri Gelar Bakti Sosial Bersihkan Lingkungan
Artikel

Sambut HUT ke-81 RI, LDII Gunung Putri Gelar Bakti Sosial Bersihkan Lingkungan

by eko nuansa
August 20, 2026
0

Gunung Putri (14/8). Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan warga LDII Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten...

Read more

Trending

Pengajian LDII Kota Jambi Tekankan Ibadah Wajib sebelum Amalan Sunah
Berita Daerah

Pengajian LDII Kota Jambi Tekankan Ibadah Wajib sebelum Amalan Sunah

16 hours ago
Tingkatkan Konsolidasi, Senkom Mitra Polri Kota Pada Gelar Muskot IV
Berita Daerah

Tingkatkan Konsolidasi, Senkom Mitra Polri Kota Pada Gelar Muskot IV

2 days ago
Peringatan Hari Santri, Momentum Penguasaan Teknologi Sebagai Alat Dakwah
Berita Daerah

Peringatan Hari Santri, Momentum Penguasaan Teknologi Sebagai Alat Dakwah

2 days ago
Atlet Persinas ASAD Tanjung Raja Lolos Seleksi POPDA Ogan Ilir
Berita Daerah

Atlet Persinas ASAD Tanjung Raja Lolos Seleksi POPDA Ogan Ilir

2 days ago
LDII Klaten Bekali 120 Generus Usia Mandiri Persiapan Menuju Pernikahan
Berita Daerah

LDII Klaten Bekali 120 Generus Usia Mandiri Persiapan Menuju Pernikahan

2 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

Pengajian LDII Kota Jambi Tekankan Ibadah Wajib sebelum Amalan Sunah

Pengajian LDII Kota Jambi Tekankan Ibadah Wajib sebelum Amalan Sunah

October 31, 2026
Tingkatkan Konsolidasi, Senkom Mitra Polri Kota Pada Gelar Muskot IV

Tingkatkan Konsolidasi, Senkom Mitra Polri Kota Pada Gelar Muskot IV

October 29, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In