PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Opini

Ngopi Bareng: Menyambungkan Rasa, Menyelaraskan Pemikiran, dan Menyatukan Gerak Langkah

in Opini
397
0
Ngopi Bareng: Menyambungkan Rasa, Menyelaraskan Pemikiran, dan Menyatukan Gerak Langkah

Ilustrasi: Pinterest.

557
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Thonang Effendi*)

Di sudut kedai kopi, di ruang tamu, hingga di meja rapat informal, tradisi ngopi bareng telah menjelma lebih dari sekadar menikmati secangkir kopi. Ia menjadi jembatan untuk menyambungkan rasa, menyelaraskan pemikiran, hingga menyatukan gerak langkah dalam mencapai tujuan bersama. Lebih dari sekadar kebiasaan, ngopi bareng adalah peristiwa sosial yang merajut kedekatan emosional dan intelektual antarindividu.

Budaya Ngopi Bareng: Dari Secangkir Kopi ke Dialog Bermakna

Di setiap pertemuan ngopi bareng, cerita tentang kopi mengalir deras, mulai dari jenis kopi, asal kebun tempat biji kopi ditanam, hingga proses panjang dari panen, penyimpanan green bean, teknik roasting, hingga seni penyeduhan baik dengan alat modern maupun metode manual. Tak lupa, ritual menikmati kopi yang khas, termasuk camilan pendamping yang menggugah selera. Namun, yang lebih menarik bukan hanya tentang kopi itu sendiri, melainkan interaksi yang terjadi di sekelilingnya.

Budaya ngopi bareng kini telah menjadi fenomena yang melibatkan berbagai kalangan. Anak muda, pekerja profesional, hingga keluarga. Dalam kehangatan suasana tersebut, orang-orang berbagi cerita, tertawa, dan berdiskusi. Pada titik ini, ngopi bareng bukan sekadar menikmati kopi, melainkan tahapan awal untuk ta’aruf, mengenal karakter dan perspektif masing-masing. Dari sinilah proses menyambungkan rasa bermula.

Menyambungkan Rasa: Tautan Emosi dalam Secangkir Kopi

Dalam budaya Jawa, ada istilah sambung roso, yakni upaya menelisik dan memahami perasaan yang tidak selalu terucap, tetapi bisa dirasakan. Saat berkumpul, ekspresi wajah, tatapan mata, hingga intonasi suara menjadi bahasa yang lebih dalam dari sekadar kata-kata. Ada yang menyebut ini sebagai tahap tafahum, di mana perasaan mulai terhubung dan chemistry terbangun.

Dalam perspektif pembinaan karakter di LDII, menyambungkan rasa adalah bagian dari 6 Thobiat Luhur, khususnya rukun. Rukun adalah pekerjaan hati, dan hati berbicara dalam bahasa rasa. Ketika suasana hati telah selaras, seseorang lebih mudah menerima dan menghargai ide serta pemikiran orang lain. Dari sini, kebersamaan mulai menemukan pondasinya, membuka jalan menuju penyelarasan pemikiran.

Menyelaraskan Pemikiran: Menjahit Gagasan Menjadi Kesatuan

Setiap individu memiliki pemikiran unik, terbentuk dari pengalaman, pengetahuan, dan analisis pribadinya. Dalam forum ngopi bareng, gagasan-gagasan bertemu, saling bersinggungan, dan terkadang bertentangan. Namun, ketika sudah ada rukun, setiap orang merasa aman untuk menyampaikan ide tanpa takut diremehkan atau disalahkan.

Proses diskusi dalam ngopi bareng ini sejalan dengan konsep kompak dalam 6 Thobiat Luhur, yakni kompak, mencapai kesepahaman dan satu persepsi dalam berpikir, seiya sekata, “sa iyeg sa ekoproyo” serta mengerti peran dan tugas masing-masing. Istilah yang pernah dikemukakan oleh KH. Ma’ruf Amin, taswiyatul manhaj, menyamakan pola pikir, menjadi relevan dalam konteks ini. Ketika pemikiran telah selaras, langkah berikutnya adalah memastikan setiap individu memahami perannya dalam mewujudkan solusi bersama dan siap membantu satu sama lain, sering orang menyebut istilah lainnya yaitu ta’awun.

Menyatukan Gerak Langkah: Dari Dialog ke Aksi Nyata

Keselarasan pikiran saja tidak cukup tanpa koordinasi dalam bertindak. KH. Ma’ruf Amin menyebutnya sebagai tansiqul harokah, yakni menyatukan gerak langkah dalam bekerja menuju tujuan bersama. Dalam 6 Thobiat Luhur, hal ini tergambar dalam prinsip kerjasama yang baik, di mana setiap individu tidak hanya memahami perannya, tetapi juga berkomitmen untuk menjalankan tugasnya hingga tuntas. Disinilah tahapan takaful diterapkan, masing-masing saling menjamin dan menanggung, bahu-membahu, memastikan tugas bisa diselesaikan sesuai ide gagasan kesepakatan bersama.

Ketika semua unsur ini berpadu, rukun dalam rasa, kompak dalam pemikiran, dan kerjasama yang baik dalam aksi, maka cita-cita bersama lebih mudah diwujudkan. Bukan sekadar wacana, tetapi menjadi langkah nyata yang membawa manfaat bagi banyak orang.

Dari Ngopi Bareng ke Kemashlahatan Umat

Akhirnya, ngopi bareng bukan hanya soal menikmati kopi. Ia menjadi ruang sosial di mana individu belajar menyambungkan rasa, menyelaraskan pemikiran, dan menyatukan gerak langkah. Dalam konteks pembinaan karakter, ini adalah implementasi nyata dari taswiyatul manhaj dan tansiqul harokah, sekaligus penerapan nilai rukun, kompak, dan kerjasama yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Berawal dari secangkir kopi, dialog bermakna pun tercipta. Dari obrolan santai, lahirlah gagasan besar. Dan dari kebersamaan, terjalin koordinasi yang membawa manfaat luas. Mungkin inilah esensi sejati dari ngopi bareng. Membangun kebersamaan untuk kemashlahatan umat.

Thonang Effendi adalah Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII

Tags: Ngopi Bareng

Related Posts

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri
Opini

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri

by admin
January 19, 2026
0

Oleh Siti Nurannisaa Tantangan mendidik anak tidak lagi semata-mata berkaitan dengan fasilitas, akses pendidikan, atau kecanggihan teknologi, tapi bagaimana menanamkan nilai. Di...

Read more
Taswadi Mengubah Lahan Gambut Melawi Jadi Lumbung Pangan
Opini

Taswadi Mengubah Lahan Gambut Melawi Jadi Lumbung Pangan

by admin
January 12, 2026
0

Oleh Sudarsono* “Ketahanan pangan dapat dimulai dari desa, bahkan dari lahan yang selama ini dianggap kurang produktif – lahan gambut. Dari bawang...

Read more
Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama
Opini

Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama

by admin
January 9, 2026
0

Oleh Siham Afatta* Kata ‘primata’ mungkin jarang terucap di keseharian kita. Tidak banyak dari kita yang berurusan langsung dengan primata. Saat di...

Read more
Refleksi Awal Januari 2026:  Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI
Opini

Refleksi Awal Januari 2026: Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Thonang Effendi* Sore yang syahdu di Jakarta, 3 Januari 1946. Saat matahari bersiap tenggelam di ufuk barat, rombongan pemimpin bangsa bergerak...

Read more
LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun
Opini

LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Bambang Supriadi* Pergantian tahun sejatinya adalah momen muhasabah, saat manusia berhenti sejenak untuk menengok perjalanan hidup yang telah dilalui dan menata...

Read more
Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim
Opini

Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Sudarsono “Sangurejo bukan sekadar lokasi Program Kampung Iklim, melainkan ruang pembelajaran hidup tentang bagaimana ketekunan warga, kearifan lokal, dan kerja kolektif...

Read more

Trending

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI
Berita Daerah

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI

17 hours ago
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”
Lintas Daerah

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

1 day ago
Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono: Dorong Sejarah dan Budaya Maritim Jadi Penyangga Identitas Nasional
Berita Daerah

Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono: Dorong Sejarah dan Budaya Maritim Jadi Penyangga Identitas Nasional

3 days ago
Wali Kota Kediri Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai HAB ke-80 Kemenag
Berita Daerah

Wali Kota Kediri Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai HAB ke-80 Kemenag

3 days ago
LDII Pemalang Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag, Perkuat Sinergi Kerukunan Daerah
Lintas Daerah

LDII Pemalang Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag, Perkuat Sinergi Kerukunan Daerah

3 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI

January 24, 2026
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

January 23, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In