PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Opini

Ngopi Bareng: Menyambungkan Rasa, Menyelaraskan Pemikiran, dan Menyatukan Gerak Langkah

in Opini
398
0
Ngopi Bareng: Menyambungkan Rasa, Menyelaraskan Pemikiran, dan Menyatukan Gerak Langkah

Ilustrasi: Pinterest.

558
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Thonang Effendi*)

Di sudut kedai kopi, di ruang tamu, hingga di meja rapat informal, tradisi ngopi bareng telah menjelma lebih dari sekadar menikmati secangkir kopi. Ia menjadi jembatan untuk menyambungkan rasa, menyelaraskan pemikiran, hingga menyatukan gerak langkah dalam mencapai tujuan bersama. Lebih dari sekadar kebiasaan, ngopi bareng adalah peristiwa sosial yang merajut kedekatan emosional dan intelektual antarindividu.

Budaya Ngopi Bareng: Dari Secangkir Kopi ke Dialog Bermakna

Di setiap pertemuan ngopi bareng, cerita tentang kopi mengalir deras, mulai dari jenis kopi, asal kebun tempat biji kopi ditanam, hingga proses panjang dari panen, penyimpanan green bean, teknik roasting, hingga seni penyeduhan baik dengan alat modern maupun metode manual. Tak lupa, ritual menikmati kopi yang khas, termasuk camilan pendamping yang menggugah selera. Namun, yang lebih menarik bukan hanya tentang kopi itu sendiri, melainkan interaksi yang terjadi di sekelilingnya.

Budaya ngopi bareng kini telah menjadi fenomena yang melibatkan berbagai kalangan. Anak muda, pekerja profesional, hingga keluarga. Dalam kehangatan suasana tersebut, orang-orang berbagi cerita, tertawa, dan berdiskusi. Pada titik ini, ngopi bareng bukan sekadar menikmati kopi, melainkan tahapan awal untuk ta’aruf, mengenal karakter dan perspektif masing-masing. Dari sinilah proses menyambungkan rasa bermula.

Menyambungkan Rasa: Tautan Emosi dalam Secangkir Kopi

Dalam budaya Jawa, ada istilah sambung roso, yakni upaya menelisik dan memahami perasaan yang tidak selalu terucap, tetapi bisa dirasakan. Saat berkumpul, ekspresi wajah, tatapan mata, hingga intonasi suara menjadi bahasa yang lebih dalam dari sekadar kata-kata. Ada yang menyebut ini sebagai tahap tafahum, di mana perasaan mulai terhubung dan chemistry terbangun.

Dalam perspektif pembinaan karakter di LDII, menyambungkan rasa adalah bagian dari 6 Thobiat Luhur, khususnya rukun. Rukun adalah pekerjaan hati, dan hati berbicara dalam bahasa rasa. Ketika suasana hati telah selaras, seseorang lebih mudah menerima dan menghargai ide serta pemikiran orang lain. Dari sini, kebersamaan mulai menemukan pondasinya, membuka jalan menuju penyelarasan pemikiran.

Menyelaraskan Pemikiran: Menjahit Gagasan Menjadi Kesatuan

Setiap individu memiliki pemikiran unik, terbentuk dari pengalaman, pengetahuan, dan analisis pribadinya. Dalam forum ngopi bareng, gagasan-gagasan bertemu, saling bersinggungan, dan terkadang bertentangan. Namun, ketika sudah ada rukun, setiap orang merasa aman untuk menyampaikan ide tanpa takut diremehkan atau disalahkan.

Proses diskusi dalam ngopi bareng ini sejalan dengan konsep kompak dalam 6 Thobiat Luhur, yakni kompak, mencapai kesepahaman dan satu persepsi dalam berpikir, seiya sekata, “sa iyeg sa ekoproyo” serta mengerti peran dan tugas masing-masing. Istilah yang pernah dikemukakan oleh KH. Ma’ruf Amin, taswiyatul manhaj, menyamakan pola pikir, menjadi relevan dalam konteks ini. Ketika pemikiran telah selaras, langkah berikutnya adalah memastikan setiap individu memahami perannya dalam mewujudkan solusi bersama dan siap membantu satu sama lain, sering orang menyebut istilah lainnya yaitu ta’awun.

Menyatukan Gerak Langkah: Dari Dialog ke Aksi Nyata

Keselarasan pikiran saja tidak cukup tanpa koordinasi dalam bertindak. KH. Ma’ruf Amin menyebutnya sebagai tansiqul harokah, yakni menyatukan gerak langkah dalam bekerja menuju tujuan bersama. Dalam 6 Thobiat Luhur, hal ini tergambar dalam prinsip kerjasama yang baik, di mana setiap individu tidak hanya memahami perannya, tetapi juga berkomitmen untuk menjalankan tugasnya hingga tuntas. Disinilah tahapan takaful diterapkan, masing-masing saling menjamin dan menanggung, bahu-membahu, memastikan tugas bisa diselesaikan sesuai ide gagasan kesepakatan bersama.

Ketika semua unsur ini berpadu, rukun dalam rasa, kompak dalam pemikiran, dan kerjasama yang baik dalam aksi, maka cita-cita bersama lebih mudah diwujudkan. Bukan sekadar wacana, tetapi menjadi langkah nyata yang membawa manfaat bagi banyak orang.

Dari Ngopi Bareng ke Kemashlahatan Umat

Akhirnya, ngopi bareng bukan hanya soal menikmati kopi. Ia menjadi ruang sosial di mana individu belajar menyambungkan rasa, menyelaraskan pemikiran, dan menyatukan gerak langkah. Dalam konteks pembinaan karakter, ini adalah implementasi nyata dari taswiyatul manhaj dan tansiqul harokah, sekaligus penerapan nilai rukun, kompak, dan kerjasama yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Berawal dari secangkir kopi, dialog bermakna pun tercipta. Dari obrolan santai, lahirlah gagasan besar. Dan dari kebersamaan, terjalin koordinasi yang membawa manfaat luas. Mungkin inilah esensi sejati dari ngopi bareng. Membangun kebersamaan untuk kemashlahatan umat.

Thonang Effendi adalah Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII

Tags: Ngopi Bareng

Related Posts

Program SMA Dual Track: Solusi Jalan Tengah Antara Ingin Kuliah atau Bekerja
Opini

Program SMA Dual Track: Solusi Jalan Tengah Antara Ingin Kuliah atau Bekerja

by admin
April 3, 2026
0

Oleh Thonang Effendi* Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2025, jumlah pengangguran terbuka lulusan SLTA umum (SMA) mencapai 2.203.563 orang dari...

Read more
Pelan-Pelan, Alim pun Terkikis
Opini

Pelan-Pelan, Alim pun Terkikis

by admin
April 1, 2026
0

Oleh Daud Sobri* Di lingkungan pesantren, istilah alim bukan sekadar gelar bagi mereka yang banyak hafal kitab atau fasih berbahasa Arab. Alim...

Read more
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram
Opini

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

by admin
March 14, 2026
0

Oleh Sudarsono Bayangkan Anda sedang salat di masjid, tapi tidak sembarang masjid karena ruangan masjidnya benar-benar harum dan tidak apek; udaranya sejuk-segar...

Read more
Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu
Opini

Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu

by admin
March 10, 2026
0

Oleh Siti Nurannisa P.B.* Pagi yang sering dimulai dengan kalimat sama “Ayo cepat.” Cepat makan, cepat mandi, cepat pakai sepatu. Di sela...

Read more
Ilustrasi Keluarga.
Opini

Baik Buruknya Keluarga

by admin
February 26, 2026
0

Oleh Wilnan Fatahillah * Dalam timbangan Ilahi, suka dan duka, baik dan buruk, tak terelakkan lagi. Ia perputaran sunnatullah yang lama tertulis....

Read more
DPP LDII
Opini

Not In My Back Yard – Mengakhiri Bau Busuk Sampah dengan Solusi Membumi

by admin
February 20, 2026
0

Sudarsono* Di beberapa kota besar Indonesia, bau busuk sampah menjadi bagian dari keseharian yang mengganggu kualitas hidup jutaan orang. Dari Bantargebang hingga...

Read more

Trending

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan
Lintas Daerah

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

3 days ago
Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri
Lintas Daerah

Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

3 days ago
Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri
Nasional

Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri

3 days ago
LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter
Lintas Daerah

LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter

3 days ago
LDII Sukoharjo Bekali Dai Hadapi Era Digital, Perkuat Metode dan Etika Dakwah
Lintas Daerah

LDII Sukoharjo Bekali Dai Hadapi Era Digital, Perkuat Metode dan Etika Dakwah

3 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

April 30, 2026
Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

April 30, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In