Pasangkayu (5/9). Sebanyak lima generasi muda Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD mengikuti Kejuaraan Pencak Silat IPSI Cup 1 di Lapangan PELTI Kabupaten Pasangkayu, 25–26 Agustus 2026. Kejuaraan tersebut diikuti delapan perguruan pencak silat, yakni Persinas ASAD, IKS, Tapak Suci, Naga Kembar, Kuntau, PSM, dan PSHT. Lima atlet Persinas ASAD tersebut turun dalam tiga kelompok usia, yakni dewasa, remaja, dan pra-remaja.
Ketua LDII Kabupaten Pasangkayu, Hamzah, mengapresiasi keikutsertaan lima atlet Persinas ASAD dalam kejuaraan tersebut. Menurutnya, kompetisi menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus membentuk karakter melalui olahraga pencak silat.
“Kami mendukung penuh generasi muda untuk terus mengembangkan bakat dan prestasinya. Tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membentuk pribadi yang disiplin, sportif, berkarakter, serta menjunjung tinggi adab dalam setiap kegiatan,” ujarnya.
Lima atlet Persinas ASAD turun dalam tiga kelompok usia. Kelas dewasa diikuti M. Ulul Muflihun (24) dan M. Dhoharilmukhlisin (24). Pada kelas remaja terdapat Ahmad Arsaneva (16) dan Dika Ramadani Putra (16), sedangkan kelas pra-remaja diikuti Zadan Mario Ramadan (14).
Pelatih Persinas ASAD, Ahmad Nur Huda, mengatakan pembinaan pesilat tidak hanya diarahkan pada pencapaian prestasi, tetapi juga pembentukan karakter. Para atlet didorong untuk disiplin, percaya diri, sportif, dan tetap menjunjung nilai-nilai luhur pencak silat.
“Menang dan kalah merupakan bagian dari proses. Yang terpenting, para atlet mendapatkan pengalaman, terus belajar, dan mampu berkembang menjadi pesilat yang berprestasi serta berkarakter,” katanya.















