Serang (22/5). Silaturahim antara jajaran Polda Banten dan pengurus LDII Banten menjadi momentum penguatan sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Provinsi Banten. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung LDII Banten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Senin (18/5/2026).
Anggota Polda Banten, Ipda Andi Suhandi, bersama jajaran disambut langsung Ketua LDII Banten Dimo Tono Sumito dan sejumlah pengurus. Dalam pertemuan itu, Andi mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Munas X LDII serta kontribusi LDII dalam menjaga kerukunan di masyarakat.
“Selamat dan sukses atas terlaksananya Munas X LDII. Kami juga datang karena kangen dengan kopi spesial ala LDII Banten yang dibuat oleh barista,” ujar Andi disambut suasana hangat.
Ia menilai LDII Banten sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang kompak dan mampu membantu menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Andi juga mengimbau mahasiswa di Banten agar tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi mengikuti aksi yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
“Saya mengimbau kepada seluruh mahasiswa Banten agar tetap tenang. Kita tidak perlu ikut-ikutan yang justru dapat mengganggu lalu lintas dan aktivitas masyarakat,” katanya.
Ketua LDII Banten, Dimo Tono Sumito, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian jajaran Polda Banten terhadap LDII.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Polda beserta jajarannya. Ini merupakan kehormatan bagi kami dan bukti nyata komitmen Polri dalam membangun komunikasi yang harmonis serta sinergi program kerja sesuai hasil Munas X LDII,” ujar Dimo.
Dimo juga mengingatkan warga LDII, khususnya kalangan mahasiswa, untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan sesuai aturan yang berlaku.
“Saya berharap kepada seluruh mahasiswa LDII untuk tetap tertib sesuai arahan Polda, lalu masyarakat harap tenang dan beraktivitas seperti biasa,” ucapnya.
Selain membahas kondusivitas daerah, Dimo turut menyinggung persiapan warga LDII menyambut Idul Adha 1447 Hijriah. Menurutnya, ibadah kurban merupakan wujud ketakwaan dan keikhlasan yang dapat dilakukan siapa saja.
“Kurban tidak hanya bisa dilakukan oleh mereka yang kaya. Ketakwaan adalah kuncinya, karena dari rasa takwa itulah muncul dorongan untuk beribadah termasuk berkurban,” katanya.
Ia menjelaskan, warga LDII akan melaksanakan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban di sejumlah masjid, pondok pesantren, dan majelis taklim di bawah naungan LDII Banten tingkat PC dan PAC se-Provinsi Banten.














