Jakarta (9/4). Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) X LDII. Kegiatan yang berlangsung pada 7-9 September 2026 tersebut bertempat di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta.
“Munas X merupakan momentum krusial bagi LDII untuk mengevalusi pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021-2026. Forum ini dirancang untuk melahirkan program kerja yang kekinian dan adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis,” jelas Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso.
Ia menerangkan Munas kali ini bertema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia”. Tema tersebut dianggap LDII relevan dengan kondisi dunia dalam pusaran ketidakpastian tinggi.
“Konflik geopolitik yang kian memanas di berbagai belahan dunia menjadi latar belakang utama bagi LDII, untuk memposisikan diri sebagai pilar penguat kebangsaan. Eskalasi perang yang berkepanjangan di Eropa Timur serta ketegangan di Timur Tengah telah mengguncang tatanan geoekonomi global,” terangnya.
Ia menjelaskan dampak nyata, mulai dari terganggunya rantai pasok energi dan pangan hingga ketidakstabilan perdagangan internasional. Menurutnya, kondisi ini menuntut kewaspadaan nasional, di mana Indonesia dipaksa untuk tetap kokoh berdiri di tengah ancaman krisis yang menghantui banyak negara di dunia.
“Menyikapi hal tersebut, kami mengajak seluruh kader LDII untuk mendukung visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam menjaga ketahanan nasional. Ketahanan yang dimaksud tidak hanya bertumpu pada aspek militer, melainkan mencakup kedaulatan pangan, ekonomi, energi, hingga kebudayaan,” tegasnya.
KH Chriswanto berharap Indonesia mampu bertahan di tengah badai global melalui sinergi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah. “LDII pun memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah atas kebijakan stabilisasi harga BBM yang saat ini tercatat paling terjangkau di kawasan ASEAN. Kesadaran untuk berhemat dan terus berkarya ditekankan sebagai tanggung jawab kolektif setiap warga LDII demi menjaga stabilitas negara tempat mereka lahir, hidup, dan mengabdi,” jelasnya.
Munas X LDII mendapat dukungan berbagai pihak, salah satunya dari Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu. Sekretaris Ponpes Gadingmangu, Nurul Firdaus, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Munas X yang dinilai sangat responsif terhadap perubahan dinamika global. Ia menyebutkan
“Arah dan tujuan LDII kini semakin jelas dan terukur, sehingga keberadaan organisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.














