Muaro Jambi (30/9). Pondok Pesantren Tawakkal Sebapo menerapkan pembiasaan dan keteladanan dalam membentuk karakter santri di lingkungan pesantren, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Pola tersebut diterapkan melalui kegiatan ibadah, kebersihan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sehari-hari.
Guru Pembimbing Pondok Pesantren Tawakkal Sebapo, Zidan, mengatakan bahwa keteladanan menjadi salah satu metode yang digunakan agar santri baru lebih mudah menyesuaikan diri dengan budaya pesantren. “Di pondok ini kami berusaha membangun karakter melalui teladan. Santri baru akan lebih mudah mengikuti kebiasaan baik ketika mereka melihat langsung contoh dari kakak-kakaknya,” ujar Zidan.
Menurutnya, santri senior memiliki peran dalam membangun kebiasaan disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian bersama di lingkungan pondok. “Kami menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian bersama dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan seperti ini kami harapkan bisa membentuk karakter santri secara bertahap,” katanya.
Penerapan tersebut terlihat dalam sejumlah kegiatan harian, seperti salat tahajud, belajar, serta kerja bakti membersihkan lingkungan pondok. Santri diarahkan untuk menjalankan kewajiban masing-masing tanpa harus selalu menunggu instruksi dari pembimbing.
Salah seorang santri baru, Jayyidu, mengaku lebih mudah beradaptasi karena mendapat pendampingan dari santri senior. “Saya merasa semangat mondok karena suasananya nyaman. Ruang kelas rapi, kamar santri bersih, dan mas-mas di sini perhatian serta membantu keperluan saya sebagai santri baru,” ujarnya.
Zidan menambahkan, pendidikan di pesantren tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi agama dan akademik, tetapi juga pada pembentukan kemandirian dan akhlak melalui kebiasaan sehari-hari.
Melalui pola pembinaan tersebut, Ponpes Tawakkal Sebapo mendorong para santri untuk terbiasa menjalankan ibadah, menjaga kebersihan, serta bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.











