Jakarta (16/2). Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII 2026 bertema “Konsolidasi Nasional Penguatan Kontribusi LDII untuk Bangsa” di Gedung Serbaguna DPP LDII, Senayan, Jakarta, Senin (16/2/2026).
Dalam sambutannya, KH Chriswanto menegaskan Rapimnas merupakan forum strategis yang memiliki posisi penting dalam struktur organisasi, setelah Musyawarah Nasional (Munas). Forum tersebut menjadi sarana konsolidasi sekaligus pengambilan keputusan penting terkait pelaksanaan Munas X LDII 2026.
“Rapimnas bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum strategis untuk memastikan setiap keputusan organisasi tetap sah, legal, dan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menekankan, Rapimnas juga menjadi momentum untuk menyiapkan transisi kepengurusan yang baik, mengingat masa bakti pengurus DPP LDII periode 2021–2026 akan segera berakhir. Menurutnya, kepengurusan saat ini ingin meninggalkan warisan organisasi yang positif bagi pengurus berikutnya.
“Kami ingin proses transisi berjalan mulus, sehingga kepengurusan baru dapat langsung bekerja tanpa hambatan,” kata KH Chriswanto.
Munas X LDII direncanakan berlangsung pada pertengahan 2026. Forum tersebut akan menampung aspirasi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk kemudian diputuskan dalam Munas. Karena itu, DPP LDII memandang perlu adanya fleksibilitas waktu pelaksanaan.
“Saat ini persiapan Munas sudah mencapai sekitar 75 persen. Rapimnas juga akan menjadi momentum penandatanganan sejumlah nota kesepahaman dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah,” jelasnya.
Ia menambahkan, DPP LDII telah menjalin komunikasi dengan sejumlah lembaga, antara lain pimpinan MPR, Lemhannas, Kementerian Desa, serta kementerian lainnya. Ke depan, komunikasi tersebut akan ditingkatkan menjadi kerja sama yang lebih konkret dan operasional.
KH Chriswanto menilai delapan bidang pengabdian LDII telah selaras dengan arah pembangunan nasional, termasuk konsep Asta Cita yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Fokus kami bukan menambah banyak program baru, tetapi memperkuat dan mensinergikan delapan program prioritas agar lebih relevan, berdampak nyata, serta mendukung agenda pembangunan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPP LDII Sudarsono selaku Ketua Panitia Pengarah Rapimnas menegaskan, bidang lingkungan hidup akan menjadi salah satu fokus utama dalam Munas mendatang. Program tersebut telah diputuskan sejak Rapimnas 2018, dengan tujuan membangun kesadaran warga tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan.
“Kita harus menyadari bahwa bumi ini hanya satu. Jika rusak, tidak ada tempat lain yang bisa kita wariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap gerakan ramah lingkungan, Rapimnas 2026 mendorong seluruh peserta menggunakan tumbler untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan program lingkungan yang selama ini digaungkan LDII.
“Acara besar biasanya menghasilkan banyak sampah plastik. Karena itu, penggunaan tumbler menjadi langkah konkret dalam gerakan Go Green,” ujar Sudarsono.
Selain itu, LDII juga terus mengembangkan sistem paperless dalam berbagai kegiatan organisasi sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
Rapimnas LDII 2026 diikuti sekitar 150 peserta secara luring di Gedung DPP LDII, serta sekitar 1.500 peserta lainnya yang mengikuti secara daring dari 375 studio di 37 provinsi. Para peserta terdiri dari pengurus DPW tingkat provinsi, DPD kabupaten/kota, serta dewan penasihat di tingkat wilayah dan daerah.














