Gunungkidul (27/10). Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mendorong penguatan pembinaan generasi muda melalui Satuan Komunitas (Sako) Sekawan Persada Nusantara (SPN). Komitmen tersebut terlihat dalam pelaksanaan Kemah Santri Sako SPN DIY ke-4 di Kompleks Pondok Pesantren Al-Hadi, Kabupaten Gunungkidul, pada 25–27 September 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY, Ahmad Bahiej, sebagai pembina upacara dalam amanatnya mengingatkan para santri bahwa perkemahan bukan sekadar aktivitas mendirikan tenda maupun mengikuti perlombaan semata. “Perkemahan adalah sekolah kehidupan. Di sini kita belajar disiplin, mandiri, kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, kepedulian, dan ketangguhan,” ujar Ahmad Bahiej.
Ia juga menitipkan tiga pesan penting kepada para peserta, yakni menjadi Pramuka yang berkarakter, membangun kemampuan bekerja sama sekaligus menghargai perbedaan, serta menjadi manusia yang memberikan manfaat bagi sesama.
Sebanyak 183 santri dari sembilan pondok pesantren se-DIY mengikuti kegiatan yang memadukan pendidikan kepramukaan, pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, keterampilan hidup, serta kegiatan jelajah alam.
Hadir pula Wakil Ketua Kwarda DIY Chairul Agus Mantara; Andu Satuan Komunitas dan Gugus Darma Dwi Haryanto; Andu Penanggulangan Bencana Agung Wicaksana; serta Andu Lingkungan Hidup Atus Syahbudin yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing (Mabi) Sako SPN DIY.
Chairul Agus Mantara menyampaikan pesan Ketua Kwarda DIY GKR Hayu agar Sako SPN terus berkembang dan mampu menjadi inspirasi bagi komunitas kepanduan maupun organisasi pendidikan lainnya. “Pesan beliau adalah bagaimana Sako ini bisa berkembang dan menjadi inspirasi bagi komunitas-komunitas yang lainnya,” kata Agus seusai upacara pembukaan.
Menurutnya, pembinaan Sako merupakan bagian dari upaya memperluas ruang pendidikan kepramukaan di masyarakat. Melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan peserta, nilai disiplin, kemandirian, kerja sama, kepemimpinan, dan kepedulian dapat dipraktikkan secara nyata.
Sementara itu, Ketua Sako SPN DIY, Sarjita, menambahkan bahwa kegiatan perkemahan ini diisi dengan berbagai materi edukatif. “Kemah santri ini diisi dengan wawasan kebangsaan, jelajah alam, dan berbagai perlombaan yang melatih karakter para santri,” ujarnya.
Melalui sinergi dan dukungan Kwarda DIY, pembinaan Sako SPN diharapkan terus berkembang melalui penguatan organisasi, peningkatan kapasitas pembina, kegiatan sosial, kepedulian lingkungan, serta pengabdian kepada masyarakat demi menyiapkan generasi muda DIY yang tangguh dan bermanfaat.














