Surabaya (4/11). Sekretaris DPW LDII Jawa Timur, Bambang Raditya Purnomo mendorong para santri untuk memperkuat akhlak luhur sekaligus mengambil peran aktif dalam mengawal kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Penekanan tersebut disampaikan dalam ajang Jawa Timur Bersholawat dan Tabligh Akbar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur.
Kegiatan keagamaan yang diselenggarakan pada Jumat (23/10/2026) malam tersebut digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026 sekaligus memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gus Iqdam, jajaran pimpinan ormas Islam, serta ribuan masyarakat Jawa Timur.
Bambang menjelaskan bahwa akhlak mulia merupakan landasan utama bagi para santri dalam menjalankan peran di tengah kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. “Santri perlu menjadikan akhlak luhur sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan karakter yang kuat, mereka dapat menjadi teladan dan ikut menjaga persatuan bangsa,” ungkap Bambang.
Ia menambahkan bahwa selain penguatan karakter moral, para santri dituntut untuk meningkatkan kecakapan ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis guna menjawab tantangan zaman di berbagai sektor sosial, ekonomi, hingga teknologi.
“Santri harus mampu mengambil peran dalam kemajuan bangsa. Potensi dan ilmu yang dimiliki perlu diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tutur Bambang.
Melalui momentum peringatan Hari Santri Nasional tersebut, generasi muda berbasis pesantren di Jawa Timur diharapkan semakin mantap memadukan kedalaman ilmu agama dan kompetensi keahlian demi mendukung pembangunan daerah yang unggul dan berkelanjutan.














